Makan Bersama Bikin Makanan Terasa Lebih Nikmat, Riset Ungkap Manfaat Besar bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:31 WIB
Makan bersama ternyata bukan hanya membuat makanan terasa lebih nikmat. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Makan bersama ternyata bukan hanya membuat makanan terasa lebih nikmat. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pernah merasa hidangan sederhana mendadak terasa lebih lezat saat disantap bersama keluarga atau teman? Sebaliknya, ketika makan sendirian, makanan justru terasa biasa saja bahkan sulit dihabiskan. Ternyata, pengalaman tersebut bukan sekadar sugesti.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan bersama memberikan manfaat yang jauh melampaui rasa kenyang. Selain membuat pengalaman menikmati makanan menjadi lebih menyenangkan, tradisi duduk di satu meja juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, hingga kualitas hubungan sosial.

Momen makan bersama kerap menjadi ruang untuk berbagi cerita setelah menjalani aktivitas seharian. Suasana yang hangat dan penuh interaksi membuat waktu makan terasa lebih nyaman sekaligus meningkatkan kenikmatan saat menyantap hidangan.

Hal tersebut juga dirasakan Shinta, 17. Menurutnya, suasana makan bersama mampu meningkatkan selera makan dibandingkan ketika harus makan sendirian.

"Jujur aku setuju banget sih, makan bareng tuh beneran bikin nafsu makan auto naik dan jadi jauh lebih lahap. Kalau makan sendiri tuh rasanya lempeng aja, kadang malah enggak habis. Tapi kalau sudah ngumpul terus lihat teman-teman makan lahap, bawaannya ikut pengin nambah. Suasana ramenya itu yang bikin makanan biasa saja jadi terasa makin nikmat," ujarnya.

Mengutip artikel FoodUnfolded berjudul Eating Together: The Simple Habit That Boosts Wellbeing, ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan makan bersama.

Pertama, membantu penyerapan nutrisi dan mendorong pola makan yang lebih sehat. Saat makan bersama keluarga atau teman, seseorang cenderung memilih menu yang lebih beragam sehingga asupan gizinya lebih seimbang. Kondisi tubuh yang rileks dan suasana hati yang positif juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dalam menyerap nutrisi.

Kedua, meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa kesepian. Penelitian tersebut menyebutkan, menyimpan ponsel selama makan bersama membuat percakapan mengalir lebih alami sehingga momen makan menjadi lebih bermakna. Kebiasaan ini terbukti membantu meningkatkan perasaan bahagia, mengurangi stres, serta menekan rasa kesepian.

Ketiga, mempererat hubungan sosial dan membangun kepercayaan. Tradisi makan bersama, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat kerja, dapat memperkuat rasa saling percaya serta meningkatkan kerja sama. Bahkan, sebuah studi pada petugas pemadam kebakaran menemukan bahwa anggota tim yang rutin memasak dan makan bersama memiliki solidaritas yang lebih kuat dibandingkan kelompok lain.

Keempat, memberikan manfaat besar bagi anak dan remaja. Kebiasaan makan bersama keluarga berkontribusi dalam membentuk pola makan sehat sejak dini. Tidak hanya itu, interaksi yang terjalin selama makan juga dikaitkan dengan peningkatan prestasi belajar serta kesehatan mental anak dan remaja.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kesehatan mental gaya hidup sehat makan bersama