Lari Jadi Olahraga Favorit di Tengah Kesibukan, Solusi Praktis Menjaga Kebugaran dan Kesehatan Mental

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:56 WIB
Olahraga lari menjadi pilihan praktis menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Olahraga lari menjadi pilihan praktis menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Kesibukan sekolah, kuliah, maupun pekerjaan kerap membuat banyak orang kesulitan meluangkan waktu untuk berolahraga. Di tengah rutinitas yang semakin padat, olahraga lari menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus kesehatan mental.

Popularitas olahraga ini terus meningkat karena dapat dilakukan kapan saja tanpa membutuhkan fasilitas khusus maupun perlengkapan yang rumit. Cukup menggunakan sepatu yang nyaman, masyarakat sudah bisa berlari di sekitar lingkungan rumah, taman kota, hingga ruas jalan yang aman.

Fleksibilitas tersebut membuat lari menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi. Berbeda dengan sejumlah cabang olahraga lain yang membutuhkan tempat dan waktu khusus, lari dapat disesuaikan dengan jadwal harian sehingga lebih mudah dilakukan secara konsisten.

Salah seorang warga Banyuwangi, Ambar, mengaku memilih lari sebagai olahraga rutin karena mudah menyesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.

"Lari itu olahraga yang paling simpel dan gampang disesuaikan sama jadwal harian. Kalau lagi sibuk banget, cukup sempatkan lari 15 sampai 20 menit di pagi atau sore hari. Selain bikin badan nggak gampang lemas, pikiran juga terasa lebih segar buat balik fokus lagi," ujarnya.

Selain praktis, olahraga lari juga dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta mengurangi tingkat stres yang muncul akibat tekanan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat yang baru memulai, berlari tidak harus langsung menempuh jarak jauh atau dengan kecepatan tinggi. Tahapan latihan dapat dimulai melalui kombinasi jalan kaki dan lari dalam durasi singkat. Intensitas kemudian ditingkatkan secara bertahap agar tubuh beradaptasi sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Konsistensi menjadi faktor utama untuk memperoleh manfaat olahraga lari. Meluangkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit secara rutin dinilai sudah cukup untuk membantu menjaga kebugaran tubuh, terutama bagi masyarakat dengan jadwal yang padat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kebugaran tubuh olahraga lari gaya hidup sehat