RADARBANYUWANGI.ID - Suasana Minggu pagi di Alas Karetan, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, belum sepenuhnya benderang. Namun, sejak pukul 06.00 WIB, kawasan yang dikenal dengan jalur beraspal membelah rimbunnya hutan karet itu sudah dipenuhi aktivitas warga yang berolahraga.
Pesepeda, pejalan kaki, hingga komunitas pelari dari berbagai wilayah Banyuwangi Selatan tampak memadati lintasan tersebut. Mereka memanfaatkan udara segar dan suasana teduh untuk berolahraga sekaligus menikmati panorama alam yang masih asri.
Jalur yang diapit pepohonan karet berukuran besar dinilai menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan berolahraga di kawasan perkotaan. Selain kualitas udara yang masih bersih, kondisi jalan yang lebar dan mulus juga menjadi nilai tambah bagi para pengunjung.
"Lari di sini sangat beda dengan di perkotaan. Jalurnya teduh karena dinaungi pohon-pohon tinggi di kanan-kiri, aspalnya lebar, dan udaranya sangat bersih," ujar salah satu anggota komunitas pelari lokal yang rutin melakukan long run di kawasan tersebut.
Tingginya aktivitas olahraga di Alas Karetan juga sejalan dengan rencana pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan yang tengah mempersiapkan peluncuran program Car Free Day (CFD). Program itu akan digelar di sepanjang jalur lintas Desa Glagahagung hingga Desa Karetan sebagai ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas.
Rencana tersebut disambut positif warga. Kehadiran CFD diyakini akan semakin mendorong budaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan potensi kawasan Alas Karetan sebagai destinasi olahraga berbasis alam di Banyuwangi Selatan.
Menariknya, keramaian setiap Minggu pagi tidak hanya berhenti di lintasan olahraga. Setelah menyelesaikan aktivitas fisik, mayoritas pengunjung berbondong-bondong menuju Pasar Sejati Alas Karetan untuk menikmati aneka kuliner tradisional.
Fenomena itu bahkan melahirkan istilah unik di kalangan masyarakat, yakni "Cari Food Day". Plesetan dari Car Free Day tersebut menggambarkan kebiasaan warga berburu sarapan usai berlari, berjalan santai, maupun bersepeda.
Editor : Lugas Rumpakaadi