Bawa Tumbler Jadi Gaya Hidup Baru, Pelajar hingga Pekerja Pilih Hemat Sekaligus Kurangi Sampah Plastik

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:09 WIB
Kebiasaan membawa tumbler semakin diminati masyarakat. (Pexels/Klaus Nielsen)
Kebiasaan membawa tumbler semakin diminati masyarakat. (Pexels/Klaus Nielsen)

RADARBANYUWANGI.ID - Membawa tumbler saat beraktivitas kini menjadi kebiasaan yang semakin banyak dilakukan masyarakat. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat yang gemar berolahraga memilih membawa wadah minum sendiri ke sekolah, kampus, kantor, maupun saat bepergian.

Selain dinilai lebih praktis, penggunaan tumbler menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kebiasaan tersebut juga dinilai memberikan manfaat bagi pengguna, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, tumbler tidak lagi sekadar berfungsi sebagai wadah minuman. Beragam pilihan desain, warna, ukuran, hingga teknologi yang mampu menjaga suhu minuman tetap panas atau dingin membuat produk ini semakin diminati. Bahkan, bagi sebagian masyarakat, tumbler telah menjadi perlengkapan wajib yang selalu dibawa sebelum memulai aktivitas.

Dari sisi ekonomi, membawa tumbler dinilai mampu membantu menghemat pengeluaran harian. Dengan menyiapkan air minum dari rumah, masyarakat tidak perlu membeli minuman kemasan setiap hari. Pengeluaran yang biasanya digunakan untuk membeli air minum dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.

Salah seorang pelajar, Khanza Tania, mengaku telah membiasakan diri membawa tumbler ke sekolah. Menurutnya, kebiasaan tersebut membuatnya lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mengurangi pengeluaran uang jajan.

"Tumbler tentunya bisa membantu saya menghemat uang jajan saya setiap harinya. Dengan tumbler saya bisa setiap hari membawa air minum dari rumah tanpa harus beli lagi," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Khanza menambahkan, ketika persediaan air minumnya habis, ia cukup mengisi ulang di tempat yang telah tersedia di sekolah. Cara tersebut dinilainya lebih praktis dibanding harus membeli minuman baru setiap kali merasa haus.

Selain memberikan manfaat bagi pengguna, meningkatnya penggunaan tumbler juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berkurangnya penggunaan botol plastik sekali pakai diharapkan mampu menekan volume sampah plastik yang dihasilkan setiap hari.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan membawa tumbler dapat memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara konsisten oleh banyak orang. Langkah kecil tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Fenomena penggunaan tumbler juga didukung semakin banyaknya pilihan produk di pasaran. Berbagai model dengan kapasitas, warna, dan desain yang menarik membuat tumbler tidak hanya berfungsi sebagai wadah minum, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa yang memilih produk sesuai karakter serta kebutuhan aktivitas mereka.

Editor : Lugas Rumpakaadi
gaya hidup hemat tumbler sampah plastik