Tak Lagi Kurus Jadi Standar Cantik, Deretan Model Plus-Size Ini Ubah Industri Fashion Dunia

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:30 WIB
8 model plus-size paling berpengaruh yang mendobrak standar kecantikan dunia. (ChatGPT)
8 model plus-size paling berpengaruh yang mendobrak standar kecantikan dunia. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI – Industri fashion dunia mengalami perubahan besar dalam satu dekade terakhir. Jika dahulu panggung mode identik dengan tubuh sangat ramping, kini model plus-size justru menjadi wajah baru yang mendobrak standar kecantikan konvensional.

Perubahan tersebut tidak hanya terjadi di atas catwalk, tetapi juga merambah sampul majalah ternama, kampanye iklan merek mewah, hingga media sosial. Gerakan body positivity membuat semakin banyak perempuan berani menerima bentuk tubuhnya sekaligus mendorong industri mode menghadirkan representasi yang lebih beragam.

Fenomena ini berkembang karena tuntutan masyarakat terhadap dunia fashion yang lebih inklusif. Berbagai rumah mode internasional mulai menghadirkan model bertubuh berisi sebagai bagian dari kampanye mereka, sementara sejumlah figur sukses membuktikan bahwa karier modeling tidak lagi ditentukan oleh ukuran tubuh semata.

Berikut sejumlah model plus-size yang menjadi ikon perubahan tersebut.

1. Kate Upton, Membuktikan Lekuk Tubuh Bisa Jadi Kekuatan

Kate Upton menjadi salah satu nama yang membawa angin segar di industri fashion. Popularitasnya melesat setelah tampil dalam edisi Sports Illustrated Swimsuit.

Meski kerap mendapat komentar negatif mengenai bentuk tubuhnya, Kate memilih tetap percaya diri. Ia menjaga pola makan dan rutin berolahraga, namun tidak pernah berusaha menghilangkan lekuk tubuh yang justru menjadi ciri khasnya.

Sikap percaya dirinya menginspirasi banyak perempuan untuk tidak malu dengan bentuk tubuh masing-masing.

2. Ashley Graham, Ikon Body Positivity Dunia

Ashley Graham merupakan salah satu model plus-size paling berpengaruh di dunia.

Kariernya dimulai sejak usia 12 tahun dan terus berkembang hingga menghiasi berbagai majalah ternama seperti Harper's Bazaar, Elle, dan Glamour.

Ashley juga aktif menyuarakan pentingnya pendidikan mengenai citra tubuh bagi remaja. Menurutnya, standar kecantikan yang sempit dapat memicu gangguan pola makan maupun masalah kesehatan mental.

3. Tara Lynn, Model yang Mengubah Persepsi Fashion

Nama Tara Lynn dikenal luas setelah menjadi model sampul Elle France.

Selain tampil di berbagai majalah mode internasional, Tara juga dikenal sebagai sosok intelektual dengan latar belakang pendidikan linguistik.

Ia kerap berbicara mengenai perjuangan model bertubuh besar agar memperoleh pengakuan yang setara di industri fashion.

4. Myla Dalbesio, Sosok "Di Antara"

Myla Dalbesio menjadi perbincangan ketika tampil dalam kampanye pakaian dalam Calvin Klein.

Ia menyebut dirinya berada "di antara" model konvensional dan model plus-size.

Perjalanan kariernya tidak mudah. Myla pernah mengalami gangguan makan sebelum akhirnya menerima bentuk tubuhnya dan berhasil membangun karier internasional.

5. Marquita Pring, Tetap Percaya Diri

Marquita Pring memulai dunia modeling pada usia 15 tahun.

Ia pernah tampil di berbagai panggung mode dunia, termasuk koleksi Jean Paul Gaultier.

Menariknya, beberapa klien justru meminta Marquita terlihat lebih berisi sehingga ia pernah menggunakan bantalan pinggul saat pemotretan.

6. Robyn Lawley, Model Sekaligus Pebisnis

Robyn Lawley dikenal melalui penampilannya di berbagai majalah ternama seperti Vogue Italia dan GQ.

Selain menjadi model, ia juga mengembangkan lini pakaian renang, mengelola blog kuliner, serta aktif menulis berbagai artikel.

Kariernya membuktikan bahwa model plus-size mampu berkembang di berbagai bidang sekaligus.

7. Nadia Aboulhosn, Bintang Media Sosial

Nadia Aboulhosn memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan bahwa kecantikan tidak ditentukan oleh ukuran tubuh.

Melalui Instagram dan blog pribadinya, ia membangun komunitas besar yang mendukung gaya hidup percaya diri dan penerimaan diri.

Kini Nadia dikenal sebagai influencer fashion, model, sekaligus pebisnis.

8. Denise Bidot, Kampanye Tanpa Batasan

Denise Bidot menjadi salah satu tokoh penting dalam gerakan body positivity.

Ia tampil di berbagai peragaan busana internasional serta aktif mengampanyekan pesan bahwa satu-satunya batasan kecantikan adalah cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Denise juga dikenal sebagai figur publik yang konsisten mendorong industri fashion agar semakin inklusif.

Revolusi Fashion yang Terus Berkembang

Kehadiran para model plus-size telah mengubah wajah industri fashion global. Kini semakin banyak rumah mode, fotografer, hingga merek internasional yang menghadirkan keberagaman ukuran tubuh dalam kampanye mereka.

Perubahan tersebut tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa kecantikan hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Bagi banyak perempuan, keberhasilan para model plus-size menjadi bukti bahwa rasa percaya diri, kemampuan, dan karakter jauh lebih penting dibanding sekadar angka pada ukuran pakaian. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : herbeauty.co
model plus-size body positivity Ashley Graham Kate Upton industri fashion