RADAR BANYUWANGI – Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon masih menyisakan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Di balik kabar wafatnya pada Minggu (12/7/2026), perhatian publik juga tertuju pada perjalanan rumah tangga sang komedian yang ternyata pernah memiliki enam istri sepanjang hidupnya.
Sosok yang mendampingi Temon hingga detik-detik terakhir adalah Mae, istri terakhirnya. Perempuan itu menjadi saksi perjuangan Temon melawan serangan jantung sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Perjalanan cinta Temon pun kembali menjadi pembicaraan. Meski pernah menikah beberapa kali, hubungan Temon dengan keluarga besarnya tetap terjalin baik. Bahkan dalam prosesi pemakaman, Mae bersama dua mantan istri Temon hadir dan sama-sama mengenang mendiang sebagai sosok ayah yang penyayang dan dekat dengan anak-anaknya.
Temon Pernah Memiliki Enam Istri
Fakta bahwa Temon memiliki enam istri sepanjang hidupnya menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari publik setelah kabar wafatnya tersebar luas.
Namun, pada akhir hayatnya, sosok yang setia mendampingi adalah Mae. Ia berada di samping ranjang rumah sakit sejak Temon mengeluhkan nyeri dada hingga dokter menyatakan sang komedian meninggal dunia akibat serangan jantung.
Kesaksian Mae mengungkap momen yang sangat emosional.
Menurutnya, Temon sempat menggenggam tangannya dengan sangat erat beberapa saat sebelum kondisinya menurun drastis.
"Saya melihat monitor detak jantungnya. Tiba-tiba tangan saya ditarik sangat kencang. Baru sekarang saya sadar, mungkin saat itu memang beliau sedang dipanggil," kenang Mae.
Berawal dari Keluhan Nyeri Dada
Mae menceritakan, Minggu pagi menjadi awal kondisi Temon memburuk.
Malam sebelumnya, komedian berusia 59 tahun itu masih sempat bermain bulu tangkis dan beristirahat larut malam. Sebelum tidur, Temon bahkan meminta dibangunkan pukul 04.00 WIB untuk menonton pertandingan sepak bola.
Namun, ketika bangun sekitar pukul 06.00 WIB, Temon mengeluhkan nyeri di dada.
Bagi Mae, keluhan tersebut terasa tidak biasa karena selama ini suaminya hampir tidak pernah mengeluhkan rasa sakit.
"Kalau dia sudah bilang sakit, berarti memang sudah tidak kuat menahan," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa Temon ke RSUD Mampang, Jakarta Selatan, untuk mendapatkan penanganan medis.
Dokter Temukan Penyumbatan Jantung
Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter menemukan adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung Temon.
Tim medis kemudian memberikan penanganan awal, termasuk pemberian obat di bawah lidah yang lazim digunakan pada pasien dengan gangguan jantung akut.
Saat itu Temon masih dalam keadaan sadar dan sempat berkomunikasi dengan keluarganya.
Namun tak lama kemudian kondisinya memburuk.
Mae mengingat betul saat Temon menarik napas panjang, lalu menggenggam tangannya dengan erat sebelum kehilangan kesadaran.
Melihat kondisi tersebut, dokter langsung melakukan resusitasi jantung paru (RJP) selama beberapa waktu.
Sayangnya, seluruh upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.
Temon dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 08.37 WIB, setelah sebelumnya menjalani penanganan medis sejak pukul 08.22 WIB.
Dikenang sebagai Ayah yang Baik
Di tengah duka, Mae bersama dua mantan istri Temon sama-sama memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.
Ketiganya kompak mengenang Temon sebagai sosok yang baik, bertanggung jawab, dan memiliki kedekatan emosional dengan anak-anaknya.
Kepergian Temon tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia hiburan Indonesia. Selama puluhan tahun berkarier, ia dikenal sebagai komedian dengan karakter khas yang mampu menghibur jutaan penonton melalui berbagai program televisi. (*)
Editor : Ali Sodiqin