Radarbanyuwangi.id - Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok komedian senior yang telah mewarnai layar kaca selama bertahun-tahun. Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal publik dengan nama Temon Templar, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu pagi, 12 Juli 2026.
Kabar duka tersebut menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya. Putri kelima almarhum, Rambu, turut membagikan cerita mengenai momen-momen terakhir sebelum sang ayah berpulang.
Rambu mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali menerima informasi mengenai kondisi sang ayah dari saudara laki-lakinya sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, Temon telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 13 Juli, Leo Panen Keberuntungan, Bagaimana Nasib Zodiak Anda?
Menurutnya, peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat sehingga keluarga tidak memiliki banyak waktu untuk bersiap menghadapi kenyataan pahit tersebut.
Begitu menerima kabar, Rambu langsung bergegas menuju rumah sakit dengan harapan dapat menemui sang ayah. Namun di tengah perjalanan, ia justru menerima kabar yang jauh lebih menyedihkan.
“Saya sempat menelepon kembali untuk memberi tahu bahwa sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Saat itulah saya mendapat kabar bahwa Bapak sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Terkait penyebab meninggalnya Temon Templar, Rambu menduga sang ayah memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Meski demikian, almarhum dikenal sebagai sosok yang jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada anak-anak.
Baca Juga: Smartphone Android 16 dengan Keyboard QWERTY Fisik Siap Bangkitkan Nostalgia
Karena sifatnya yang tidak ingin merepotkan keluarga, banyak hal terkait kesehatannya yang tidak diketahui secara rinci oleh anak-anaknya.
Hingga kini, keluarga masih berfokus pada proses penghormatan terakhir dan mengenang berbagai kebaikan yang ditinggalkan oleh sang komedian.
Kepergian Temon Templar menjadi pukulan berat bagi keluarga karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Menurut Rambu, beberapa hari sebelum meninggal dunia, ayahnya masih terlihat sehat dan beraktivitas seperti biasa.
Ia bahkan masih sempat berkomunikasi dengan sang ayah pada Rabu malam. Dalam percakapan tersebut, Temon mengingatkannya mengenai sebuah seminar yang harus diikuti.
Hal sederhana itu kini menjadi salah satu kenangan terakhir yang terus membekas di benaknya.
“Bapak masih mengingatkan saya soal seminar. Saat itu tidak ada firasat apa pun bahwa itu akan menjadi salah satu percakapan terakhir kami,” kenangnya.
Di antara banyak kenangan yang tersimpan, momen kelulusan kuliah menjadi salah satu yang paling berharga bagi Rambu. Ia bersyukur karena sang ayah masih sempat menyaksikan keberhasilannya menyelesaikan pendidikan sebelum akhirnya berpulang.
Baca Juga: Misteri Gunung Kawi Terungkap! Bikin Tempat Ini Selalu Ramai Peziarah dan Wisatawan
Baginya, Temon bukan hanya figur publik yang dikenal masyarakat luas sebagai komedian berbakat, tetapi juga sosok ayah yang selalu hadir memberikan dukungan dalam perjalanan hidup anak-anaknya.
Sejak kecil, Temon dikenal aktif mendampingi dan membimbing pendidikan putra-putrinya. Perhatian dan kepedulian tersebut menjadi warisan berharga yang akan selalu dikenang oleh keluarga.
Kepergian Temon Templar meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Di balik sosoknya yang kerap menghadirkan tawa di hadapan publik, ia juga dikenal sebagai kepala keluarga yang penuh kasih dan perhatian terhadap anak-anaknya.
Kini, berbagai kenangan, nasihat, dan nilai kehidupan yang pernah ia tanamkan menjadi pengingat akan sosok Temon yang akan terus hidup dalam hati keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.
Selamat jalan, Temon Templar. Tawa dan karya yang telah Anda berikan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dunia hiburan Tanah Air.(*)
Editor : Titin Wulandari