Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gen Z Ramai-Ramai Kembali Mendengarkan Musik Era 90-an, Radiohead dan Oasis Jadi Favorit Baru

Meivira Choirotul Aqila • Minggu, 12 Juli 2026 | 12:52 WIB
Fenomena musik era 1990-an kembali digemari Gen Z. (Pinterest)
Fenomena musik era 1990-an kembali digemari Gen Z. (Pinterest)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah derasnya arus musik pop modern yang didominasi teknologi digital, fenomena menarik justru muncul di kalangan Generasi Z.

Lagu-lagu alternatif dan britpop era 1990-an kembali mendapat tempat di hati anak muda.

Karya-karya yang lahir puluhan tahun lalu kini ramai diputar di ruang santai, kedai kopi, hingga menjadi bagian dari daftar putar harian mereka.

Pemandangan anak muda menikmati alunan No Surprises milik Radiohead atau bernyanyi bersama saat Wonderwall dari Oasis diputar bukan lagi hal yang asing.

Padahal, kedua lagu tersebut dirilis jauh sebelum sebagian besar Gen Z lahir.

Namun, karya-karya tersebut justru mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang dinilai lebih dekat dengan emosi generasi saat ini.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada Radiohead dan Oasis.

Sejumlah nama besar lain seperti The Smiths, Nirvana, hingga Slowdive juga kembali populer.

Lagu-lagu mereka kerap menghiasi berbagai platform musik digital sekaligus menjadi referensi favorit bagi penikmat musik muda.

Salah satu faktor yang membuat musik era 1990-an kembali diminati adalah karakter musikal yang dianggap lebih autentik.

Aransemen instrumen yang dimainkan secara langsung, distorsi gitar yang khas, serta lirik yang puitis dan jujur dinilai memberikan pengalaman emosional yang berbeda dibandingkan musik modern yang banyak diproses secara digital.

Wahida, 19, mengaku lebih menikmati musik dengan permainan instrumen yang terasa hidup dibandingkan lagu-lagu yang terlalu banyak melalui proses penyuntingan digital.

"Kalau saya memang lebih masuk ke musik yang instrumennya benar-benar terasa hidup. Lagu-lagu lama seperti Oasis atau Radiohead terasa lebih mengena karena aransemen gitarnya dimainkan dengan penuh penghayatan, bukan sekadar hasil olahan komputer. Liriknya juga dalam dan jujur sehingga mudah dipahami oleh anak muda yang sering memiliki banyak keresahan. Bagi saya, musik lama memiliki daya tarik tersendiri yang membuat tenang dan tidak membosankan meski diputar berulang kali. Musiknya terasa abadi dan tetap relevan didengarkan kapan saja," ujarnya.

Kembalinya popularitas musik lawas juga tidak lepas dari peran media sosial.

Melalui TikTok maupun Instagram Reels, potongan lagu-lagu klasik kerap digunakan sebagai latar video bernuansa estetik dengan sentuhan visual analog.

Paparan tersebut membuat banyak anak muda mengenal kembali lagu-lagu yang sebelumnya hanya akrab di telinga generasi terdahulu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Musik 90-an #Radiohead #Oasis #Gen Z