Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Najwa Shihab: Jangan Takut Bermimpi Besar, Rasa Cemas Justru Tanda Anda Sedang Keluar dari Zona Nyaman

Rizki Anindiya Putri • Minggu, 12 Juli 2026 | 12:22 WIB
Rasa takut bukan alasan menghentikan langkah mengejar mimpi. (Tangkapan Layar YouTube Rahasia Gadis)
Rasa takut bukan alasan menghentikan langkah mengejar mimpi. (Tangkapan Layar YouTube Rahasia Gadis)

RADARBANYUWANGI.ID - Rasa takut sering kali menjadi alasan seseorang mengurungkan langkah untuk mengejar cita-cita.

Padahal, perasaan tersebut bukan sesuatu yang harus dihindari.

Jurnalis sekaligus pendiri Narasi, Najwa Shihab, menilai rasa takut merupakan bagian alami dari proses meraih impian yang lebih besar.

Pandangan tersebut disampaikan Najwa dalam podcast Rahasia Gadis.

Menurutnya, seseorang yang memiliki mimpi besar hampir pasti akan dihadapkan pada rasa cemas, ragu, hingga gelisah.

Kondisi itu justru menunjukkan bahwa seseorang sedang berusaha keluar dari zona nyaman untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

"Enggak apa-apa takut. Kalau mimpi lu enggak bikin lu takut, berarti mimpinya enggak cukup gede," ujar Najwa.

Ia menjelaskan, rasa takut tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba.

Sebaliknya, perasaan itu perlu diimbangi dengan kesiapan belajar, memperluas pengalaman, dan terus mengembangkan kemampuan agar mampu menghadapi tantangan yang datang.

Najwa juga mendorong generasi muda agar tidak ragu memulai hal-hal baru, meskipun belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

Menurutnya, setiap proses akan menjadi bekal penting ketika kesempatan yang lebih besar datang di kemudian hari.

Selain berbicara mengenai mimpi dan keberanian, Najwa turut menyoroti kebiasaan banyak remaja yang dinilai terlalu keras terhadap diri sendiri.

Ia melihat tidak sedikit anak muda yang lebih mudah memberikan semangat kepada orang lain, tetapi justru kesulitan menghargai dirinya sendiri.

Akibatnya, banyak remaja lebih fokus pada kekurangan dibandingkan potensi yang dimiliki.

Kondisi tersebut diperparah dengan kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial.

"Kita very critical sama diri sendiri. Kita tidak mentolerir diri kita sendiri, kita enggak pernah jadi peran utama dalam hidup kita sendiri," katanya.

Najwa mengajak generasi muda untuk mulai mengenali kelebihan yang dimiliki dan menjadikan diri sendiri sebagai tokoh utama dalam perjalanan hidupnya.

Menurut dia, menerima diri bukan berarti berhenti berkembang, melainkan memberi ruang untuk terus bertumbuh tanpa terus-menerus menyalahkan diri sendiri.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda.

Karena itu, tidak perlu terburu-buru mengejar pencapaian orang lain.

Yang lebih penting adalah terus melangkah sesuai kemampuan, menikmati setiap proses, serta berani mengambil peluang ketika kesempatan datang.

Melalui pesannya, Najwa berharap anak muda mampu mengubah cara pandang terhadap rasa takut dan kegagalan.

Baginya, rasa takut bukan tanda untuk mundur, melainkan sinyal agar seseorang mempersiapkan diri lebih baik dalam mengejar impian.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#najwa shihab