RADARBANYUWANGI.ID - Kesadaran masyarakat untuk menggunakan peralatan makan dan minum bebas Bisphenol A (BPA) terus meningkat.
Namun, perhatian terhadap galon air minum yang digunakan setiap hari dinilai masih relatif rendah, padahal potensi paparan zat kimia tersebut justru dapat berasal dari air yang dikonsumsi secara rutin.
BPA merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan pada plastik polikarbonat.
Dalam kondisi tertentu, zat tersebut berpotensi bermigrasi ke dalam air sehingga meningkatkan risiko paparan jangka panjang bagi tubuh.
Berdasarkan berbagai kajian medis, BPA dikategorikan sebagai endocrine disruptor atau senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon manusia.
Karena air minum dikonsumsi setiap hari oleh seluruh anggota keluarga, mulai anak-anak hingga orang dewasa, para pakar kesehatan menilai penggunaan kemasan dan perangkat penyalur air yang telah tervalidasi bebas BPA menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan.
Sejumlah penelitian menunjukkan sedikitnya tiga dampak kesehatan yang dikaitkan dengan paparan BPA dalam jangka panjang.
Di antaranya meningkatnya risiko gangguan metabolisme seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, serta terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan anak akibat perubahan pada sistem hormonal tubuh.
Dampak tersebut umumnya tidak muncul dalam waktu singkat, melainkan setelah paparan berlangsung selama bertahun-tahun.
Karena itu, upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan sedini mungkin.
Dokter Nunki menjelaskan bahwa penggunaan galon yang tidak bebas BPA secara terus-menerus berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.
Menurutnya, BPA memiliki struktur yang menyerupai hormon estrogen sehingga dapat mengganggu sistem endokrin, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
"Kalau kita terus-menerus menggunakan galon yang tidak BPA-free, maka ada gangguan hormon atau gangguan endokrin. BPA dapat meniru struktur hormon estrogen dalam tubuh sehingga mengganggu sistem hormonal anak," ujarnya.
Para ahli juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap paparan BPA tidak cukup hanya memperhatikan kemasan galon.
Perangkat dispenser maupun komponen penyalur air yang digunakan sehari-hari juga perlu dipastikan menggunakan material bebas BPA agar tidak menjadi sumber kontaminasi baru pada air siap minum.
Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa adanya sertifikasi BPA Free dari laboratorium terakreditasi sebelum memilih galon maupun perangkat dispenser.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan keluarga untuk meminimalkan risiko paparan zat kimia yang dapat berdampak pada kualitas hidup di masa mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi