Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PHK Besar di Tokopedia, Operasional Teknologi Beralih ke Tim ByteDance

Titin Wulandari • Senin, 6 Juli 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi : 90 Persen karyawan dirumahkan dikendalikan ByteDance China.(Foto:Canva)
Ilustrasi : 90 Persen karyawan dirumahkan dikendalikan ByteDance China.(Foto:Canva)

 

Radarbanyuwangi.id -  Gelombang restrukturisasi kembali mengguncang Tokopedia. Setelah berada di bawah kendali ByteDance, perusahaan induk TikTok, sekitar 90 persen karyawan Tokopedia dilaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai 1 Juli 2026.

Dari sekitar 2.500 karyawan yang sebelumnya bekerja di Tokopedia, kini hanya tersisa sekitar 250 orang. Dampak paling besar terjadi pada divisi teknologi. Jumlah tenaga kerja di sektor ini menyusut drastis dari sekitar 1.100 pegawai menjadi hanya 35 orang.

Seiring dengan restrukturisasi tersebut, seluruh operasional teknologi Tokopedia dan TikTok Shop kini disebut dikelola sepenuhnya oleh tim ByteDance yang berbasis di China.

Baca Juga: Awas Terlena! Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Juli, Ada yang Harus Waspada dengan Keputusan Besar

Pemangkasan karyawan bukan kali pertama dilakukan sejak ByteDance mengakuisisi 75 persen saham Tokopedia pada Januari 2024.

Sebelumnya, perusahaan telah melakukan PHK terhadap sekitar 450 karyawan pada Juni 2024, kemudian kembali memangkas sekitar 420 pegawai pada periode Juli hingga Agustus 2025.

Di sisi lain, platform Tokopedia Lite yang kini menggantikan sistem sebelumnya disebut telah menggunakan backend milik TikTok Shop secara penuh. Dengan perubahan tersebut, Tokopedia lebih berfungsi sebagai antarmuka (front-end), sementara sistem utama berada di bawah infrastruktur teknologi ByteDance.

Transformasi besar-besaran ini juga dikaitkan dengan penerapan teknologi AI Agentic yang dikembangkan ByteDance.

Teknologi tersebut diklaim mampu menjalankan berbagai proses kerja secara mandiri dari awal hingga selesai, melampaui fungsi chatbot konvensional yang hanya merespons perintah pengguna.

Beberapa produk AI ByteDance, seperti Doubao, Trae, dan UI-TARS, disebut mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan operasional sehingga kebutuhan terhadap tenaga manusia menjadi jauh lebih sedikit.

Menanggapi restrukturisasi tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyatakan menghormati keputusan yang diambil Tokopedia. Perseroan juga menegaskan bahwa langkah tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kinerja perusahaan.

Hal itu mengingat kepemilikan GoTo di Tokopedia kini tinggal 24,99 persen, setelah mayoritas saham dikuasai ByteDance.

Baca Juga: Resmi Berlaku Hari Ini! Pajak E-Commerce Mulai Berlaku Mulai 1 Juli, Seller Online Wajib Tahu

Sementara itu, pemerintah menyatakan sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah proses PHK massal tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

Restrukturisasi ini turut memunculkan kekhawatiran terhadap ekosistem digital nasional. Lebih dari 12 juta pelaku UMKM yang selama ini memanfaatkan Tokopedia sebagai sarana berjualan dinilai berpotensi menghadapi ketidakpastian, terutama setelah pengelolaan teknologi platform beralih sepenuhnya ke pihak asing.

Sejumlah pengamat juga mendorong pemerintah segera menyiapkan kebijakan yang mampu melindungi tenaga kerja nasional sekaligus mengantisipasi gelombang PHK di sektor teknologi agar tidak terus berulang di masa mendatang.(*)

Editor : Titin Wulandari
#PHK Tokopedia 2026 #ByteDance PHK Tokopedia #tiktok