Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Empat Hari di Banyuwangi, Raline Shah Belajar Kepemimpinan dan Digitalisasi

Ali Sodiqin • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:00 WIB
Raline Shah kagumi Banyuwangi, sebut Smart Kampung layak jadi studi nasional. (banyuwangikab.go.id)
Raline Shah kagumi Banyuwangi, sebut Smart Kampung layak jadi studi nasional. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Kunjungan empat hari artis sekaligus Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline Shah, di Banyuwangi tak hanya diisi agenda wisata dan kegiatan publik. Selama berada di ujung timur Pulau Jawa itu, Raline mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan daerah, transformasi digital, hingga tata kelola pemerintahan yang dinilainya berhasil berjalan secara berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Raline saat berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung berbagai inovasi digital yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik Banyuwangi.

“Saya senang di Banyuwangi. Saya belajar banyak tentang leadership dan bagaimana menjalankan suatu daerah dan mengembangkannya secara organik dengan passion, tetapi tetap thoughtful, sustainable, dan menggunakan teknologi informasi,” ujar Raline.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Raline selama empat hari di Banyuwangi, mulai 12 hingga 15 Juni 2026. Selain menghadiri acara Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards ke-17, ia juga mengeksplorasi berbagai destinasi wisata dan meninjau langsung sistem digitalisasi pemerintahan daerah.

Saat berada di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Raline tampak mencoba berbagai fitur layanan berbasis data yang digunakan pemerintah daerah. Ia menelusuri sejumlah program digital yang dirancang untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas pemerintahan.

Salah satu yang menarik perhatian Raline adalah UGD Kemiskinan, sebuah sistem yang memanfaatkan data kependudukan terintegrasi untuk menangani persoalan kemiskinan secara lebih tepat sasaran. Selain itu, ia juga melihat e-monitoring system yang memungkinkan pemantauan pembangunan daerah secara daring dan real time.

Menurut Raline, pemanfaatan teknologi semacam itu menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi dapat mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dan transparan.

Perhatian khusus juga diberikan pada program Smart Kampung, inovasi Banyuwangi yang telah dikenal luas sebagai model pelayanan publik berbasis digital hingga tingkat desa.

Melalui satu aplikasi, warga dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan tanpa harus datang langsung ke kantor. Mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga pemantauan CCTV publik dapat dilakukan dalam satu platform.

“Keren. Satu aplikasi bisa memangkas birokrasi dan membantu warga mengurus hal apa pun. Banyuwangi harus jadi study case untuk daerah-daerah lain,” kata Raline.

Menurutnya, keberhasilan digitalisasi Banyuwangi tidak terlepas dari peran kepemimpinan daerah yang memiliki visi jelas dan konsisten dalam menjalankan pembangunan.

Ia menilai keberanian mengambil kebijakan yang berpihak pada masyarakat serta kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pemerintahan menjadi faktor penting yang membuat Banyuwangi berkembang pesat.

“Ini inspirasi buat saya. Bahwa leadership yang kuat bisa mengubah daerah menjadi lebih baik. Seperti kebijakan pendirian hotel yang pro homestay, penguatan layanan publik elektronik, termasuk juga sektor pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik apresiasi yang diberikan Raline. Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan Banyuwangi bertujuan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Berbagai inovasi digital yang dikembangkan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan warga.

Kunjungan Raline Shah menjadi salah satu pengakuan terhadap upaya Banyuwangi dalam mengembangkan ekosistem pemerintahan berbasis teknologi. Tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan nasional, Banyuwangi kini juga mulai dilirik sebagai contoh penerapan digitalisasi layanan publik yang berhasil di tingkat daerah.

Dengan kombinasi kepemimpinan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, Banyuwangi dinilai mampu menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Digital #raline shah #layanan publik #Ipuk Fiestiandani #smart kampung