RADARBANYUWANGI.ID - Masih mengenakan jaket tebal untuk menahan dinginnya udara pegunungan, Raline Shah berdiri di puncak Kawah Ijen sambil memandangi matahari yang perlahan muncul dari balik horizon. Cahaya keemasan menyinari danau kawah berwarna toska, sementara ratusan pendaki mengabadikan momen yang hanya bisa dinikmati dari ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut.
Bagi Raline, pagi itu bukan sekadar menikmati panorama matahari terbit. Itu adalah pengalaman yang akhirnya menjawab rasa penasarannya selama ini tentang mengapa begitu banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara, rela datang jauh-jauh ke Banyuwangi.
"Luar biasa. Saya sekarang mengerti mengapa banyak orang dari berbagai negara datang ke Banyuwangi, salah satunya untuk melihat Ijen," ujar Raline usai menikmati sunrise di Kawah Ijen, Sabtu pagi (13/6/2026).
Artis dan model yang juga Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital itu tengah berlibur bersama keluarganya di Banyuwangi selama empat hari, 12-15 Juni 2026.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjelajahi daerah yang dikenal dengan julukan Sunrise of Java itu. Dan Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi yang paling ingin dia datangi.
Setelah tiba di Banyuwangi pada Jumat (12/6/2026), Raline lebih dulu mengunjungi Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang terkenal dengan tradisi dan budaya masyarakat Osing yang masih terjaga.
Dia juga menyempatkan diri menikmati keindahan Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang dikenal sebagai bangunan bersejarah dengan konsep arsitektur hijau atau green building.
Namun, petualangan sesungguhnya dimulai ketika malam tiba.
Bersama kedua adiknya, Raline memulai pendakian menuju Kawah Ijen sekitar pukul 03.00. Mereka berjalan bersama ratusan pendaki lain yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
Udara dingin dan jalur pendakian yang menanjak tak mengurangi semangatnya. Setibanya di puncak, Raline langsung menuju sunrise point untuk menikmati panorama matahari terbit yang selama ini hanya dia lihat dari foto dan video.
Sesekali dia tampak mengabadikan pemandangan menggunakan telepon genggamnya. Banyak pendaki lain yang mengenali sosoknya dan memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama.
Raline melayani permintaan tersebut dengan ramah sambil tetap menikmati suasana pagi di puncak Ijen.
Hingga sekitar pukul 07.00, Raline dan keluarganya turun dari gunung yang selama ini dikenal dengan fenomena Blue Fire yang langka di dunia tersebut.
Pengalaman mendaki Ijen meninggalkan kesan mendalam bagi artis yang telah membintangi banyak film itu.
Menurutnya, Banyuwangi tidak hanya menawarkan kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga memiliki budaya yang kuat dan terus hidup di tengah masyarakat.
"Tidak hanya alamnya yang indah dan berkelas dunia, Banyuwangi juga memiliki seni budaya yang kuat dan terus terjaga," kata pemeran Milea dalam film Dilan ITB 1997 bersama Ariel NOAH itu.
Bagi Raline, perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan budaya menjadi daya tarik utama Banyuwangi.
Dia menilai, tidak banyak daerah yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.
Sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital, Raline mengaku memiliki tanggung jawab untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Indonesia kepada dunia.
Menurutnya, promosi Indonesia tidak hanya dilakukan melalui forum diplomasi atau teknologi digital.
Industri kreatif, perfilman, budaya, hingga pariwisata juga memiliki peran penting untuk membangun citra Indonesia di mata dunia.
"Biar semua orang di penjuru dunia tahu kita siapa, tahu budaya kita, tahu alam kita," kata Raline.
Pernyataan itu terasa relevan dengan apa yang dia lihat langsung di Banyuwangi. Sebuah daerah yang menawarkan pengalaman wisata lengkap, mulai pegunungan, budaya, hingga wisata bahari.
Usai menaklukkan Kawah Ijen, perjalanan Raline belum usai. Dia masih akan melanjutkan eksplorasi ke sejumlah destinasi wisata alam lainnya di Banyuwangi.
Namun satu hal yang sudah pasti, kunjungan pertamanya ke Banyuwangi telah meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.
Dan seperti banyak wisatawan lain yang pernah datang ke sana, Raline tampaknya telah menemukan alasan mengapa Banyuwangi selalu punya tempat istimewa di hati para pelancong dari berbagai penjuru dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin