Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Liburan Empat Hari di Banyuwangi, Raline Shah Incar Blue Fire Ijen dan Alas Purwo

Ali Sodiqin • Minggu, 14 Juni 2026 | 00:00 WIB
Raline Shah ungkap pesona Banyuwangi, Temannya dari AS bahkan langsung liburan ke Bumi Blambangan. (banyuwangikab.go.id)
Raline Shah ungkap pesona Banyuwangi, Temannya dari AS bahkan langsung liburan ke Bumi Blambangan. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Belum genap sehari berada di Banyuwangi, Raline Shah sudah jatuh hati. Hamparan sawah hijau, budaya yang masih terjaga, hingga deretan destinasi alam kelas dunia membuat artis dan model nasional itu tak sabar mengeksplor lebih banyak sudut kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Bahkan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital itu sengaja mengajak keluarganya untuk menikmati langsung pesona Banyuwangi selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Juni 2026.

"Senang sekali bisa ke Banyuwangi karena ini pertama kali saya datang ke Banyuwangi dan tidak sabar untuk mengeksplor keindahan alamnya setelah banyak mendengar cerita tentang Banyuwangi," ujar Raline saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (12/6/2026).

Kunjungan perdana itu menjadi pengalaman yang berkesan bagi Raline. Sebelum menjelajahi destinasi lain, dia terlebih dahulu menyambangi Desa Wisata Adat Osing Kemiren, salah satu desa wisata yang selama ini menjadi ikon budaya Banyuwangi.

Suasana pedesaan yang masih asri dan tradisi masyarakat Osing yang tetap terjaga membuat Raline terpesona. Baginya, Kemiren menawarkan pengalaman berbeda yang sulit ditemukan di banyak tempat.

Di sepanjang perjalanan, matanya dimanjakan hamparan sawah hijau yang membentang luas dengan latar pegunungan. Lanskap tersebut menghadirkan suasana tenang sekaligus menyegarkan.

"Banyuwangi itu asyik dan seru. Apalagi saat ke Kemiren saya melihat hamparan sawah padi, bagus pemandangannya," ungkap Raline.

Kekaguman Raline ternyata bukan tanpa alasan. Menurutnya, nama Banyuwangi bahkan cukup dikenal di kalangan wisatawan mancanegara. Dia bercerita, salah seorang temannya asal Amerika Serikat justru memilih Banyuwangi sebagai tujuan utama saat berlibur ke Indonesia.

"Tidak heran kalau teman saya dari USA berlibur di Banyuwangi. Sampai di Indonesia langsung ke Banyuwangi," katanya.

Cerita tersebut menunjukkan bahwa Banyuwangi kini tak lagi sekadar dikenal sebagai daerah transit menuju Bali. Dalam beberapa tahun terakhir, kabupaten ini berhasil membangun citra sebagai destinasi wisata unggulan dengan kekayaan alam, budaya, dan ekowisata yang lengkap.

Setelah menikmati suasana Kemiren, Raline bersama kedua adiknya telah menyiapkan agenda berikutnya yang tak kalah menantang. Mereka berencana mendaki Kawah Ijen untuk menyaksikan langsung fenomena alam Blue Fire yang mendunia.

Bagi Raline, Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi yang sudah lama ingin dikunjunginya. Keindahan danau kawah berwarna toska serta panorama matahari terbit dari puncak gunung menjadi daya tarik tersendiri.

"Kita tahu Ijen keren banget. Makanya kita mau mendaki ke Ijen malam ini. Saya juga tertarik ke Alas Purwo," katanya antusias.

Selain Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo juga masuk dalam daftar destinasi yang ingin dijelajahinya. Kawasan konservasi yang berada di ujung tenggara Pulau Jawa itu dikenal memiliki hutan tropis alami, pantai eksotis, serta keanekaragaman hayati yang melimpah.

Tak berhenti di wisata pegunungan dan hutan, Raline juga ingin menikmati pesona bahari Banyuwangi. Jika waktu memungkinkan, dia berencana melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan yang berada di kawasan Bali Barat dan dapat diakses melalui Banyuwangi.

Pulau Tabuhan selama ini dikenal sebagai surga bagi pencinta olahraga air karena memiliki pantai berpasir putih dan ombak yang ideal untuk kitesurfing. Sementara Pulau Menjangan menawarkan keindahan bawah laut yang menjadi favorit para penyelam.

Bagi Raline, kunjungan pertamanya ke Banyuwangi menjadi awal dari petualangan baru. Sebab, semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin besar pula rasa penasarannya untuk kembali.

Dan bagi Banyuwangi, kesan yang dibawa pulang Raline menjadi promosi yang tak ternilai. Ketika seorang figur publik jatuh hati pada sebuah daerah, cerita itu akan menyebar lebih luas, mengundang rasa penasaran, dan mendorong semakin banyak orang datang untuk membuktikan sendiri pesona Banyuwangi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#desa kemiren #raline shah #kawah ijen #alas purwo #wisata banyuwangi