Radarbanyuwangi.id - Kepercayaan masyarakat Jawa menyimpan banyak warisan budaya yang masih dipercaya hingga saat ini. Salah satunya adalah konsep Weton Tulang Wangi, yang dalam beberapa daerah juga dikenal dengan istilah Darah Manis.
Dalam tradisi dan literatur Primbon Jawa, weton ini dipercaya dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai daya tarik alami terhadap dunia spiritual atau alam gaib. Meski tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih banyak berkembang sebagai kepercayaan turun-temurun, kisah mengenai weton Tulang Wangi masih menjadi topik yang menarik untuk dibahas.
Secara harfiah, istilah “Tulang Wangi” berarti tulang yang mengeluarkan aroma harum secara gaib. Menurut kepercayaan Jawa kuno, aroma tersebut tidak dapat dicium manusia biasa, namun dipercaya mampu menarik perhatian makhluk halus, entitas spiritual, hingga khodam leluhur.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Weton Jawa Disebut Bisa Menentukan Arah Kehidupan dan Keberuntungan
Apa Itu Weton Tulang Wangi?
Dalam Primbon Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari lahir dan pasaran Jawa yang dipercaya dapat menggambarkan karakter, keberuntungan, hingga perjalanan hidup seseorang.
Sebagian weton diyakini memiliki energi spiritual yang lebih kuat dibandingkan weton lainnya. Mereka yang lahir pada weton tertentu disebut memiliki “tulang wangi”, sehingga dianggap lebih peka terhadap fenomena-fenomena yang berhubungan dengan dunia metafisik.
Meski demikian, para budayawan menilai bahwa kepercayaan ini merupakan bagian dari warisan budaya dan kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat Jawa selama ratusan tahun.
Ciri-Ciri Pemilik Weton Tulang Wangi
Menurut Primbon Jawa, terdapat beberapa karakteristik yang sering dikaitkan dengan pemilik weton Tulang Wangi.
1. Memiliki Intuisi yang Tajam
Orang yang memiliki weton ini dipercaya lebih peka terhadap situasi dan energi di sekitarnya. Mereka sering merasakan firasat yang kuat sebelum suatu kejadian terjadi. Tak sedikit yang mengaku sering mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan atau mendapatkan pertanda tertentu melalui mimpi.
2. Dianggap Menjadi Magnet bagi Makhluk Halus
Kepercayaan yang berkembang menyebutkan bahwa pemilik weton Tulang Wangi memiliki “aroma spiritual” yang disukai makhluk gaib. Karena itu, mereka disebut lebih sering mengalami kejadian mistis seperti ketindihan saat tidur, melihat bayangan, mendengar suara aneh, atau merasakan kehadiran sosok yang tidak terlihat.
Baca Juga: Terbukti Dipercaya Turun Temurun! Cara Hitung Weton Jodoh Jawa, JODOH atau PEGAT
3. Sering Sakit Saat Masa Kanak-Kanak
Dalam mitos Primbon Jawa, anak-anak yang memiliki weton Tulang Wangi sering mengalami sakit-sakitan pada usia dini. Hal tersebut dipercaya sebagai proses penyesuaian energi tubuh dengan energi spiritual yang mengelilinginya. Namun dari sisi medis, kondisi tersebut tentu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor kesehatan dan lingkungan.
4. Memiliki Aura Karismatik
Selain dikaitkan dengan hal-hal mistis, pemilik weton ini juga dipercaya mempunyai karakter yang kuat.
Mereka sering digambarkan sebagai sosok yang berwibawa, memiliki jiwa kepemimpinan, teguh pada prinsip, serta mempunyai daya tarik alami yang membuat banyak orang merasa nyaman berada di dekatnya.
Daftar 11 Weton Tulang Wangi Menurut Primbon Jawa
Berdasarkan perhitungan yang beredar dalam Primbon Jawa, terdapat 11 weton yang dipercaya termasuk dalam kategori Tulang Wangi, yaitu:
1. Senin Kliwon
2. Senin Wage
3. Senin Pahing
4. Selasa Legi
5. Rabu Pahing
6. Rabu Kliwon
7. Kamis Wage
8. Sabtu Wage
9. Sabtu Legi
10. Minggu Pon
11. Minggu Kliwon
Masyarakat yang lahir pada weton-weton tersebut dipercaya memiliki keterkaitan spiritual yang lebih kuat dibandingkan weton lainnya.
Mitos Bulan Suro dan Pantangan Pemilik Weton Tulang Wangi
Menjelang datangnya Bulan Suro, terutama pada Malam 1 Suro, berbagai mitos mengenai weton Tulang Wangi kembali ramai diperbincangkan.
Dalam budaya Jawa, Bulan Suro dianggap sebagai bulan yang sakral dan penuh makna spiritual. Sebagian masyarakat meyakini bahwa pada waktu tersebut batas antara dunia manusia dan dunia gaib menjadi lebih tipis dibandingkan hari-hari biasa.
Karena itu, pemilik weton Tulang Wangi sering dianjurkan untuk menjaga perilaku, memperbanyak doa, menghindari perkataan yang tidak baik, serta tidak melakukan tindakan yang dianggap melanggar norma adat dan spiritual.
Beberapa mitos bahkan menyebutkan bahwa mereka sebaiknya tidak bepergian sendirian ke tempat-tempat yang dianggap angker pada malam tertentu di Bulan Suro. Namun perlu dipahami bahwa kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan tidak memiliki bukti ilmiah yang dapat diverifikasi.
Antara Tradisi dan Kepercayaan
Hingga kini, weton Tulang Wangi masih menjadi salah satu bagian menarik dari khazanah budaya Jawa. Sebagian masyarakat mempercayainya sebagai pedoman spiritual, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai warisan budaya yang sarat nilai filosofi.
Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai mitos yang berkembang, kepercayaan mengenai weton Tulang Wangi menunjukkan betapa kaya dan beragamnya tradisi masyarakat Jawa yang terus hidup hingga generasi modern saat ini.(*)
Editor : Titin Wulandari