Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Balik Petaka Bencana El Nino Ternyata Bikin Laut Indonesia Lebih Subur

Titin Wulandari • Senin, 8 Juni 2026 | 11:11 WIB
ILUSTRASI : El Nino ternyata punya sisi menguntungkan laut Indonesia jadi lebih produktif.(Foto:Pixabay)
ILUSTRASI : El Nino ternyata punya sisi menguntungkan laut Indonesia jadi lebih produktif.(Foto:Pixabay)

Radarbanyuwangi.id - Selama ini fenomena El Nino lebih sering dikaitkan dengan musim kemarau panjang, kekeringan, hingga ancaman gagal panen di berbagai daerah. Namun di balik dampak negatif tersebut, para ilmuwan menemukan sisi lain yang justru menguntungkan bagi ekosistem laut Indonesia.

Perubahan kondisi iklim akibat El Nino ternyata mampu meningkatkan kesuburan perairan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini terjadi karena penurunan suhu permukaan laut yang memperkuat proses upwelling, yaitu naiknya massa air dari lapisan laut dalam yang kaya akan nutrisi menuju permukaan.

Peningkatan pasokan nutrisi tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas perairan. Nutrisi yang melimpah membantu pertumbuhan fitoplankton, organisme mikroskopis yang menjadi fondasi rantai makanan laut dan sumber pakan alami bagi berbagai jenis ikan.

Profesor dari University of Maryland, R. Dwi Susanto, menjelaskan bahwa selama periode El Nino, konsentrasi klorofil di wilayah perairan selatan Jawa dan Sumatra mengalami peningkatan yang signifikan. Tingginya kadar klorofil menjadi indikator meningkatnya aktivitas biologis di laut, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan populasi ikan dan biota laut lainnya.

Baca Juga: Godzilla El Nino Mulai Mengintai, Indonesia Terancam Kemarau Panjang

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang lebih produktif bagi sektor perikanan. Ketika jumlah fitoplankton meningkat, rantai makanan laut menjadi lebih kuat sehingga berbagai spesies ikan memiliki sumber makanan yang lebih melimpah.

Tidak hanya memengaruhi kesuburan laut, El Nino juga berdampak pada pola distribusi ikan pelagis besar, termasuk tuna yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Perubahan suhu laut membuat lapisan termoklin berada pada kedalaman yang lebih dangkal.

Akibatnya, ikan tuna cenderung bergerak lebih dekat ke permukaan laut sehingga lebih mudah dijangkau oleh nelayan. Situasi ini berpotensi meningkatkan hasil tangkapan di beberapa wilayah perairan Indonesia yang menjadi jalur migrasi tuna.

Meski memberikan peluang ekonomi bagi sektor perikanan, para peneliti mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak selalu seragam di setiap kawasan laut. Respons ekosistem dapat berbeda tergantung karakteristik lingkungan dan kondisi perairan setempat.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk memastikan perubahan yang terjadi tidak menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan ekosistem laut.

Risiko terhadap kesehatan terumbu karang, perubahan habitat biota laut, hingga gangguan rantai makanan tetap perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya laut harus dilakukan secara hati-hati agar manfaat yang muncul dapat dimaksimalkan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, A'an Johan Wahyudi, menekankan bahwa riset kelautan memiliki peran penting dalam memahami dampak fenomena iklim global. Menurutnya, penelitian yang berkelanjutan akan membantu Indonesia memanfaatkan peluang yang muncul sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Fenomena El Nino menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak selalu menghadirkan dampak yang sama di setiap sektor. Di tengah ancaman kekeringan yang sering terjadi di daratan, laut Indonesia justru dapat memperoleh tambahan nutrisi yang mendukung kehidupan biota dan meningkatkan produktivitas perikanan nasional.(*)

Editor : Titin Wulandari
#El Nino Indonesia #dampak positif El Nino #El Nino dan perikanan