Radarbanyuwangi.id - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, artis sekaligus presenter ternama Irfan Hakim kembali menjalankan bisnis hewan kurban yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Namun di balik kesuksesan usahanya, Irfan ternyata menyimpan cerita emosional yang jarang diketahui publik.
Presenter berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa bisnis hewan kurban yang dijalaninya bukan semata-mata untuk mencari keuntungan materi. Baginya, ada nilai ibadah dan pahala besar dalam membantu masyarakat mendapatkan hewan kurban terbaik untuk disalurkan pada Hari Raya Idul Adha.
Irfan mengaku merasa bahagia ketika bisa menjadi perantara bagi orang-orang yang ingin berkurban dengan hewan yang sehat dan layak. Meski begitu, tanggung jawab besar dalam merawat makhluk hidup membuat dirinya sering diliputi rasa cemas dan khawatir.
Baca Juga: Heboh Blue Moon 31 Mei 2026! Ternyata Ada Alasan Kenapa Fenomena Ini Disebut Sangat Langka
Menurut Irfan, menjual hewan kurban memiliki tekanan tersendiri karena hewan-hewan tersebut harus dijaga kesehatannya hingga sampai ke tangan pembeli. Ia bahkan mengaku baru benar-benar merasa lega setelah hewan kurban tiba di lokasi tujuan dan disembelih pada hari raya.
Tak hanya itu, kedekatan Irfan dengan hewan-hewan yang dirawatnya juga kerap membuat suasana menjadi emosional. Selama proses perawatan, ia merasa memiliki ikatan batin dengan hewan-hewan tersebut sehingga muncul rasa haru saat harus melepasnya kepada pembeli.
Meski berat, Irfan Hakim tetap merasa terharu melihat semangat masyarakat yang rela mengeluarkan rezekinya demi menjalankan ibadah kurban. Baginya, momen Idul Adha bukan hanya soal tradisi tahunan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Sikap Irfan Hakim yang menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab dan nilai spiritual ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa kepeduliannya terhadap hewan dan niat baik membantu orang beribadah menjadi inspirasi tersendiri di tengah persiapan Hari Raya Idul Adha.(*)
Editor : Titin Wulandari