Radarbanyuwangi.id - Fenomena langit selalu berhasil menarik perhatian banyak orang, terutama saat bulan purnama muncul dengan nama-nama unik yang penuh makna. Pada Mei 2026, masyarakat akan disuguhkan dua fase bulan purnama dalam satu bulan kalender, sebuah kejadian langka yang dikenal dengan istilah Blue Moon.
Fenomena ini diawali dengan munculnya Flower Moon pada 1 Mei 2026, lalu ditutup dengan Blue Moon pada 31 Mei 2026. Meski terdengar seperti bulan akan berubah warna menjadi biru terang, kenyataannya istilah Blue Moon bukan merujuk pada warna bulan itu sendiri.
Ungkapan “Blue Moon” berasal dari frasa lama dalam bahasa Inggris, once in a blue moon, yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Dalam dunia astronomi modern, Blue Moon dipakai untuk menyebut fenomena ketika terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender.
Karena siklus bulan purnama berlangsung sekitar 29,5 hari, maka kondisi dua kali purnama dalam satu bulan memang tidak sering terjadi. Itulah sebabnya Blue Moon dianggap sebagai fenomena langit yang spesial dan menarik perhatian para pengamat astronomi di seluruh dunia.
Baca Juga: Mata Biru di Indonesia! Fenomena Langka Warga Pulau Buton yang Bikin Dunia Terkejut
Jadwal Fenomena Bulan Mei 2026
· 1 Mei 2026 - Flower Moon
· 31 Mei 2026 - Blue Moon
Flower Moon sendiri merupakan nama tradisional untuk bulan purnama yang muncul pada musim semi di beberapa belahan dunia, saat bunga-bunga mulai bermekaran. Sementara Blue Moon menjadi penutup langit malam Mei dengan status fenomena langka.
Walaupun disebut Blue Moon, warna bulan umumnya tetap terlihat seperti bulan purnama biasa, yakni putih kekuningan atau sedikit keemasan tergantung kondisi atmosfer dan lokasi pengamatan.
Namun dalam kondisi tertentu, bulan memang bisa tampak kebiruan. Fenomena tersebut biasanya terjadi akibat partikel asap kebakaran hutan besar atau debu vulkanik yang menyebar di atmosfer bumi. Partikel-partikel ini dapat menyaring cahaya merah sehingga cahaya biru lebih dominan terlihat oleh mata manusia.
Meski begitu, kejadian bulan benar-benar tampak biru sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, saat Blue Moon muncul pada 31 Mei nanti, masyarakat kemungkinan besar tetap akan melihat bulan dengan warna normal seperti purnama pada umumnya.
Fenomena Blue Moon selalu menjadi momen menarik bagi pecinta fotografi malam, pengamat astronomi, hingga pengguna media sosial yang ingin mengabadikan keindahan langit malam. Selain indah dipandang, Blue Moon juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos, simbol keberuntungan, hingga cerita spiritual di berbagai budaya dunia.(*)
Editor : Titin Wulandari