Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Misteri Manusia Kerangka, Suku Chimbu Ditakuti dalam Perang Berdarah Antarsuku

Titin Wulandari • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:00 WIB
TRADISI : Suku Chimbu di Papua Nugini sebagai manusia kerangka karena tradisi.(Foto:Pixabay)
TRADISI : Suku Chimbu di Papua Nugini sebagai manusia kerangka karena tradisi.(Foto:Pixabay)

Radarbanyuwangi.id - Di wilayah pedalaman dataran tinggi Papua Nugini, terdapat sebuah suku unik yang berhasil menarik perhatian dunia karena tradisi ekstrem dan penampilannya yang menyeramkan. Mereka adalah Suku Chimbu, kelompok masyarakat adat yang dikenal luas dengan julukan “manusia kerangka”.

Julukan tersebut muncul karena tradisi khas mereka yang mengecat seluruh tubuh menggunakan motif tulang dan kerangka manusia. Cat tubuh itu dibuat dari campuran tanah liat, abu kayu, dan air yang kemudian dilukiskan ke tubuh hingga menciptakan tampilan menyerupai kerangka hidup.

Penampilan menyeramkan itu bukan sekadar bagian dari seni budaya, melainkan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan suku tersebut. Pada masa lalu, tradisi lukisan tubuh kerangka digunakan untuk mengintimidasi lawan saat terjadi perang antarsuku.

Dengan tubuh penuh cat putih berpola tulang, ditambah gerakan ritual dan tarian khas yang agresif, anggota Suku Chimbu dipercaya mampu menebarkan ketakutan kepada musuh bahkan sebelum pertempuran dimulai. Penampilan mereka dianggap sebagai simbol kekuatan sekaligus strategi psikologis dalam peperangan tradisional.

Baca Juga: Saat Hutan Dunia Rusak, Angelina Jolie Borong 60 Ribu Hektare Hutan untuk Selamatkan Satwa Liar

Suku Chimbu sendiri hidup di wilayah pegunungan terpencil Papua Nugini dan baru mulai mengenal dunia luar sekitar era 1930-an. Letak geografis yang sulit dijangkau membuat kehidupan dan budaya mereka berkembang secara unik serta tetap mempertahankan banyak tradisi leluhur hingga sekarang.

Meski peperangan antarsuku sudah tidak lagi terjadi seperti dahulu, tradisi cat tubuh khas manusia kerangka masih terus dilestarikan sebagai bagian penting identitas budaya mereka. Kini, ritual tersebut sering dipertunjukkan dalam berbagai acara adat dan festival budaya.

Salah satu ajang paling terkenal yang menampilkan tradisi unik Suku Chimbu adalah Sing Sing Festival. Festival budaya terbesar di Papua Nugini itu menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku adat dari seluruh penjuru negeri untuk menampilkan tarian, pakaian tradisional, hingga ritual khas masing-masing.

Keunikan Suku Chimbu pun terus menarik perhatian wisatawan dan peneliti budaya dari berbagai negara. Banyak yang menganggap tradisi manusia kerangka sebagai salah satu budaya paling unik sekaligus paling misterius di dunia.(*)

Editor : Titin Wulandari
#Suku Chimbu #manusia kerangka Papua Nugini #festival Sing Sing