Radarbanyuwangi.id - Nama Sarwendah tengah menjadi sorotan publik setelah muncul tuduhan dirinya melakukan praktik pesugihan di kawasan Gunung Kawi. Isu tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi dari netizen.
Menanggapi kabar yang beredar, pihak Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya langsung memberikan klarifikasi tegas. Mereka membantah seluruh tuduhan yang mengaitkan artis tersebut dengan praktik mistis ataupun pesugihan.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa kedatangan kliennya ke Gunung Kawi sama sekali tidak berkaitan dengan ritual tertentu seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
Menurutnya, Sarwendah datang bersama tim produksi untuk menjalani proses syuting podcast bertema horor. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari produksi konten hiburan yang memang mengangkat nuansa misteri dan cerita mistis.
Hal senada juga disampaikan kuasa hukum lainnya, Simon Abraham. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sepenuhnya untuk kebutuhan kerja dan produksi program Kakak Beradik. “Semua aktivitas di sana adalah bagian dari proses syuting sesuai konsep acara,” jelas pihak kuasa hukum.
Baca Juga: Pasangan Shio Ini Ternyata Paling Rawan Konflik, Benarkah Bisa Picu Kandasnya Hubungan?
Kuasa hukum tegaskan sarwendah bekerja keras untuk anak-anaknya. Chris Sam Siwu menilai tuduhan pesugihan yang diarahkan kepada Sarwendah sangat tidak masuk akal jika melihat kehidupan sehari-hari sang artis. Ia menyebut Sarwendah selama ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menjalani berbagai aktivitas dari pagi hingga malam demi menghidupi anak-anaknya.
Karena itu, pihaknya menilai framing yang berkembang di media sosial justru merugikan nama baik klien mereka. “Klien kami bekerja keras, bukan mengandalkan hal-hal mistis seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Siap tempuh jalur hukum atas dugaan fitnah. Saat ini, tim kuasa hukum Sarwendah juga sedang mengumpulkan berbagai bukti dari video dan unggahan yang beredar di media sosial. Jika ditemukan unsur fitnah maupun pencemaran nama baik, mereka mengaku siap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Langkah ini diambil untuk melindungi reputasi Sarwendah yang dinilai telah dirugikan akibat isu viral tersebut.
Bermula dari video viral dan konten pesulap merah. Isu ini diketahui bermula dari video viral seorang kuncen Gunung Kawi yang menyebut nama Sarwendah. Situasi makin ramai setelah muncul pembahasan dari Pesulap Merah terkait praktik klenik dan hal-hal mistis.
Namun pihak Sarwendah menegaskan seluruh tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak sesuai fakta sebenarnya. Hingga kini, Sarwendah memilih fokus menjalani aktivitasnya sambil menyerahkan penanganan isu tersebut kepada tim hukum.(*)
Editor : Titin Wulandari