Radarbanyuwangi.id - Polemik seputar keputusan Ria Ricis menjalani operasi hidung dengan alasan sinusitis akhirnya mendapat tanggapan dari musisi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi. Lewat unggahan di media sosial, Tompi memberikan sudut pandang medis yang lebih komprehensif terkait isu yang ramai diperbincangkan publik tersebut.
Tompi menegaskan bahwa seseorang yang mengaku menjalani operasi hidung karena sinusitis tidak bisa langsung dianggap keliru atau berbohong. Menurutnya, sinusitis adalah kondisi medis yang cukup kompleks dengan berbagai penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, sinusitis memang dapat ditangani tanpa operasi. Namun, pada kondisi tertentu terutama ketika pasien mengalami gangguan pernapasan serius atau adanya perubahan struktur anatomi hidung tindakan operasi menjadi opsi yang sah dan dibenarkan secara medis.
Lebih lanjut, Tompi juga mengingatkan bahwa prosedur operasi hidung pada orang Asia memiliki tantangan tersendiri. Karakter tulang rawan septum yang cenderung lebih tipis membuat teknik operasi seperti septoplasty maupun functional rhinoplasty harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika tidak, risiko gangguan pernapasan justru bisa meningkat pascaoperasi.
Baca Juga: Pecah Rekor! Jennie dan Tame Impala Bawa Dracula Tembus Top 15 Billboard Hot 100
Dalam penjelasannya, Tompi menambahkan bahwa tidak jarang pasien memanfaatkan momen operasi sinus untuk sekaligus memperbaiki bentuk hidung. Hal ini dinilai wajar selama aspek fungsi pernapasan tetap menjadi prioritas utama dibandingkan faktor estetika semata.
Ia pun menekankan bahwa publik sebaiknya tidak terburu-buru menghakimi. Klaim seseorang yang menjalani operasi hidung karena sinus berulang belum tentu tidak benar, kecuali terdapat bukti kuat bahwa kondisi medis tersebut direkayasa.
Pernyataan Tompi ini dianggap sebagai bentuk klarifikasi sekaligus pembelaan terhadap Ria Ricis dan sejumlah figur publik lain yang kerap mendapat sorotan serupa. Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu medis yang sering kali tidak sesederhana yang terlihat di permukaan.
Dengan adanya penjelasan ini, diharapkan polemik yang berkembang dapat mereda, sekaligus memberikan pemahaman bahwa hubungan antara sinusitis dan operasi hidung memiliki dasar medis yang nyata dan tidak bisa digeneralisasi begitu saja.(*)
Editor : Titin Wulandari