Kasus ini berakar dari peristiwa pada tahun 2019. Saat itu, Bang Si Hyuk diduga menyampaikan kepada sejumlah investor bahwa perusahaannya tidak memiliki rencana untuk melantai di bursa saham atau melakukan Initial Public Offering (IPO). Pernyataan tersebut memicu kepercayaan investor untuk melepas saham mereka.
Namun, situasi berubah drastis ketika terungkap bahwa di waktu yang bersamaan, perusahaan justru diduga tengah mempersiapkan langkah go public secara diam-diam. Ketika IPO akhirnya terlaksana, valuasi perusahaan melonjak signifikan.
Baca Juga: Film The Karate Kid 2 Legado del Dragón 2026 Meledak! Pertarungan yang Mematikan
Dari selisih nilai tersebut, Bang Si Hyuk diduga memperoleh keuntungan ilegal yang mencapai sekitar 190 miliar won. Dugaan inilah yang menjadi dasar aparat untuk menelusuri adanya indikasi manipulasi informasi yang merugikan para investor.
Pihak kepolisian menilai kasus ini memiliki unsur pelanggaran serius di sektor pasar modal. Sejak tahun lalu, Bang Si Hyuk telah beberapa kali menjalani pemeriksaan intensif. Bahkan, ia juga telah dikenai larangan bepergian ke luar negeri guna mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Meski belum ada pernyataan resmi yang rinci dari pihak terkait, pengajuan penahanan ini menandakan bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap yang lebih serius. Publik kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan kasus ini, mengingat pengaruh Bang Si Hyuk yang begitu kuat dalam industri K-pop global.
Nasib salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia hiburan Korea Selatan ini pun kini berada di ujung tanduk, menunggu keputusan hukum yang akan menentukan arah karier dan reputasinya ke depan.(*)
Editor : Titin Wulandari