Jejak Lora Mamak, Kiai Muda Intelektual yang Kini Menjadi Menantu Gus Dur

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 16:20 WIB
Putri Gus Dur, Inayah Wahid, resmi menikah dengan Lora (Gus) Mamak, pengasuh Pesantren Annuqayah Sumenep, Madura. [TikTok)
Putri Gus Dur, Inayah Wahid, resmi menikah dengan Lora (Gus) Mamak, pengasuh Pesantren Annuqayah Sumenep, Madura. [TikTok)

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Mohammad Shalahuddin A. Warits, yang akrab disapa Lora Mamak, mendadak menjadi perhatian publik setelah resmi dipersunting oleh Inayah Wulandari Wahid, putri almarhum Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Di balik kabar bahagia yang menyelimuti keluarga besar Gus Dur, sosok Lora Mamak ternyata bukan figur biasa.

Ia dikenal sebagai kiai muda intelektual, pengasuh pesantren, akademisi, sekaligus tokoh muda Nahdliyin yang memiliki jejak pendidikan panjang dari Madura hingga Mesir.

Momentum kebahagiaan pasangan ini kembali mencuat setelah video selamatan pernikahan keduanya beredar luas di media sosial.

Acara syukuran tersebut digelar di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, dan dihadiri keluarga besar pesantren serta sebagian keluarga Inayah dari Ciganjur.


Dari Lingkungan Pesantren di Sumenep

Lora Mamak lahir di Sumenep, 16 April 1982.

Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren yang kuat dan lekat dengan tradisi keilmuan Islam.

Sejak kecil, pendidikan agamanya ditempa di Pondok Pesantren Annuqayah, salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.

Lingkungan ini membentuk karakter religius sekaligus kepemimpinan yang kuat.

Nama panggilan “Lora” sendiri merupakan sebutan kehormatan di Madura untuk putra kiai atau keluarga pesantren.

Sedangkan nama “Mamak” sudah sangat dikenal di lingkungan santri dan alumni Annuqayah.


Menimba Ilmu hingga Al-Azhar Mesir

Setelah menempuh pendidikan dasar di pesantren, Shalahuddin melanjutkan pendidikan formal di MAK Tebuireng, Jombang.

Langkah akademiknya kemudian berlanjut ke tingkat internasional.

Ia melanjutkan kuliah di Al-Azhar University, Kairo, Mesir, salah satu universitas Islam tertua dan paling prestisius di dunia.

Di kampus ini, ia mengambil bidang Bahasa Arab, memperdalam ilmu bahasa, sastra, dan pemikiran Islam.

Jejak pendidikan di Al-Azhar menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk wawasan keilmuannya.


Karier Akademik Sampai Gelar Doktor

Sekembalinya ke Indonesia, Lora Mamak tidak berhenti menempuh pendidikan.

Ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel sebelum meraih gelar magister di Universitas Indonesia (UI).

Tak hanya itu, pendidikan doktoralnya juga berhasil diselesaikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jejak akademik yang panjang ini membuat sosoknya dikenal sebagai figur yang menjembatani dunia pesantren dan akademik modern.

Saat ini, ia aktif sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak 2015.

Di kampus tersebut, ia dikenal aktif membina mahasiswa sekaligus santri.


Resmi Menjadi Menantu Gus Dur

Kabar bahagia datang ketika putri Gus Dur, Inayah Wahid, resmi dipersunting oleh Lora Mamak.

Akad nikah keduanya diketahui telah berlangsung pada 22 Januari 2025 di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.

Prosesi akad digelar secara sederhana dan khidmat, hanya dihadiri keluarga inti.

Wali nikah saat itu adalah Umar Wahid, adik kandung Gus Dur atau paman Inayah.

Setelah lebih dari satu tahun, momen kebahagiaan ini kembali mengemuka ke publik lewat acara selamatan di Ponpes Annuqayah.

Silaturahmi keluarga besar Gus Dur ke Sumenep pasca-Lebaran 2026 semakin mempertegas hubungan hangat dua keluarga besar pesantren tersebut.


Figur Intelektual dan Humanis

Bagi banyak alumni Annuqayah, sosok Lora Mamak dikenal sederhana namun berwibawa.

Ia tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga kerap terlibat dalam forum keislaman, pendidikan, dan pengembangan pesantren.

Jejak akademik dari pesantren – Al-Azhar – UI – UGM menjadikannya figur yang kuat secara intelektual sekaligus dekat dengan kultur santri.

Pernikahannya dengan Inayah Wahid pun banyak disambut hangat oleh masyarakat, alumni pesantren, dan kalangan Gusdurian.

Banyak yang menilai, pasangan ini menjadi simbol pertemuan dua tradisi besar: keluarga Gus Dur yang pluralis dan humanis, serta keluarga pesantren Madura yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Lora Mamak Ponpes Annuqayah suami Inayah Wahid menantu Gus Dur profil Moh Shalahuddin