RADARBANYUWANGI.ID – Kabar bahagia datang dari keluarga besar Presiden ke-4 RI almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Putri bungsunya, Inayah Wahid, resmi dipersunting pengasuh muda pesantren, Muhammad Shalahuddin yang akrab disapa Lora Mamak, dari lingkungan pesantren di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Rektor Universitas Annuqyah Guluk-Guluk, Mohammad Hosnan Nafie, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah.
“Ning Inayah Wahid binti KH. Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH. Abd. Warits Ilyas,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Akad Digelar Sederhana dan Khidmat
Menurut Hosnan, pernikahan pasangan ini sebenarnya telah berlangsung lebih dahulu secara sederhana bersama keluarga inti.
Akad nikah digelar di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Januari 2025, bertepatan dengan 22 Rajab 1446 Hijriah.
Wali nikah dalam prosesi tersebut adalah Umar Wahid, salah satu putra Gus Dur.
“Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025 di Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid,” terangnya.
Prosesi pernikahan berlangsung khidmat, sederhana, dan hanya dihadiri keluarga inti dari kedua belah pihak tanpa pesta besar.
Gaya prosesi yang sederhana ini dinilai mencerminkan nilai kesahajaan yang selama ini melekat pada keluarga Gus Dur.
Silaturahmi Lebaran Pererat Dua Keluarga Besar
Pasca-pernikahan, momen kebahagiaan kembali terlihat saat keluarga besar Gus Dur melakukan silaturahmi usai Hari Raya Idul Fitri 2026.
Rombongan keluarga berkunjung ke Pondok Pesantren Annuqayah di Guluk-Guluk, Sumenep, dan disambut hangat oleh keluarga pesantren.
Momentum tersebut menjadi sorotan publik setelah sejumlah potret kebersamaan beredar luas di media sosial.
Ucapan selamat dan doa mengalir dari para simpatisan, alumni pesantren, hingga masyarakat luas.
Sosok Lora Mamak Jadi Sorotan
Pernikahan ini juga membuat sosok Lora Mamak ikut menjadi perhatian publik.
Pria bernama lengkap KH Muhammad Shalahuddin A. Warits itu dikenal sebagai kiai muda sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah.
Ia merupakan putra dari keluarga besar pesantren ternama di Madura dan memiliki rekam jejak pendidikan yang mentereng.
Ra Mamak diketahui pernah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo dan melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia.
Selain aktif di dunia pendidikan pesantren, ia juga dikenal aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Respons Positif dari Warga dan Alumni Pesantren
Kabar bahagia ini mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan Gusdurian, alumni pesantren, dan masyarakat Madura.
Banyak yang menilai pernikahan ini menjadi penyambung silaturahmi antara dua keluarga besar pesantren yang memiliki pengaruh luas di Indonesia.
Ucapan doa dan harapan agar rumah tangga keduanya langgeng pun ramai disampaikan melalui media sosial.
Editor : Ali Sodiqin“Semoga rumah tangga ini jadi ruang tumbuh—tempat nilai-nilai kemanusiaan dijaga,” tulis salah satu unggahan yang viral. (*)