Radarbanyuwangi.id - Momen spesial datang dari artis Erika Carlina yang menggelar prosesi adat Jawa tedak siten untuk putra semata wayangnya, Andrew Raxy Neil atau yang akrab disapa Enduw. Acara berlangsung khidmat di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan, bertepatan dengan Jumat Agung (3/4).
Prosesi ini menjadi sorotan karena tidak hanya sarat makna budaya, tetapi juga dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat.
Erika mengungkapkan bahwa ia hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan acara tersebut. Awalnya, ia berencana menggelarnya secara sederhana dan intim bersama keluarga terdekat.
Namun, antusiasme dari teman dan kerabat yang ingin bertemu sang buah hati membuat acara ini berkembang menjadi lebih besar dari rencana awal.
Ia mengaku terkejut melihat banyaknya orang yang hadir, terutama mereka yang baru pertama kali bertemu dengan Andrew. Suasana hangat dan penuh kebahagiaan pun terasa sepanjang acara berlangsung.
Meski digelar secara modern, prosesi tedak siten tetap mempertahankan nilai tradisional. Erika memastikan seluruh rangkaian acara mengikuti adat Jawa secara autentik.
Bahkan, tim yang memandu jalannya prosesi didatangkan langsung dari Yogyakarta, sehingga setiap tahapan ritual berjalan sesuai tradisi.
Pemilihan tanggal acara ternyata memiliki makna khusus. Erika menjelaskan bahwa tedak siten harus mengikuti hari dan weton kelahiran sang anak.
Kebetulan, perhitungan tersebut jatuh pada tanggal 3 April yang bertepatan dengan Jumat—dan sekaligus Jumat Agung. Hal ini membuat momen tersebut terasa semakin istimewa.
Dalam prosesi tersebut, Andrew menjalani berbagai ritual simbolik khas tedak siten. Salah satunya adalah menaiki tangga sebagai simbol perjalanan hidup yang harus dilalui secara bertahap.
Ia juga dimasukkan ke dalam kurungan ayam untuk memilih sejumlah benda yang dipercaya melambangkan masa depan. Menariknya, Andrew memilih beberapa benda seperti pesawat, gitar, dan uang.
Baca Juga: Kontroversi BTS! Teaser ARIRANG Dikritik Soal Isu Ras, Dinilai Abaikan Sejarah Kulit Hitam
Pilihan tersebut sering dimaknai sebagai simbol potensi masa depan, mulai dari kebebasan, kreativitas, hingga kesejahteraan.
Di balik kelancaran acara, Erika sempat diliputi kekhawatiran terkait cuaca. Mengingat beberapa hari sebelumnya sering turun hujan, ia bahkan menggunakan jasa pawang hujan.
Hasilnya, acara berlangsung lancar tanpa gangguan cuaca. Hujan justru turun setelah seluruh rangkaian prosesi selesai.(*)
Editor : Titin Wulandari