Radabanyuwangi.id - Grup K-pop global, BTS, tengah menjadi sorotan setelah merilis teaser album terbaru mereka, “ARIRANG”. Alih-alih mendapat pujian, video tersebut justru memicu kontroversi dan kritik dari publik internasional.
Teaser tersebut dinilai kurang sensitif terhadap isu ras, terutama terkait penggambaran komunitas kulit hitam di Amerika Serikat. Visual Teaser Picu Perdebatan, Kontroversi bermula dari salah satu adegan dalam teaser yang menampilkan latar Howard University, sebuah institusi pendidikan yang memiliki sejarah penting bagi komunitas kulit hitam di Amerika.
Dalam video tersebut, BTS digambarkan melakukan perjalanan waktu ke Washington pada abad ke-19 dan tampil di lingkungan universitas tersebut.
Baca Juga: BTS Guncang Dunia! ARIRANG Tembus No.1 Billboard 200 dengan 641 Ribu Unit dalam Seminggu
Namun, yang menjadi sorotan adalah visual mahasiswa di sekitar kampus yang sebagian besar digambarkan sebagai orang kulit putih. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan identitas historis Howard University.
Berdasarkan laporan berbagai media internasional, kritik datang dari penggemar K-pop kulit hitam serta komunitas HBCU (Historically Black Colleges and Universities).
Sebagai informasi, Howard University didirikan pada tahun 1867 dengan tujuan memberikan akses pendidikan bagi warga kulit hitam pasca perbudakan di Amerika Serikat.
Baca Juga: BTS Umumkan Daftar Lagu Album Arirang, Ada 14 Track Baru
Hingga saat ini, kampus tersebut dikenal sebagai salah satu institusi paling berpengaruh yang didominasi oleh komunitas kulit hitam.
Karena itu, sejumlah pihak menilai penggambaran dalam teaser tersebut tidak mencerminkan realitas sejarah, bahkan dianggap sebagai bentuk “pemutihan sejarah” atau pengaburan identitas asli.
Menanggapi kritik yang berkembang, pihak terkait memberikan penjelasan bahwa konsep video tersebut terinspirasi dari sebuah artikel tahun 1896 yang mengisahkan pemuda Korea di Washington, DC.
Disebutkan pula bahwa karya tersebut merupakan reinterpretasi modern, sehingga tidak sepenuhnya dimaksudkan untuk menggambarkan fakta sejarah secara akurat.
Baca Juga: 10 Prompt Gemini AI untuk Selfie Bareng Idol K-Pop Favorit, dari BTS hingga Cha Eun Woo
Kontroversi ini menunjukkan bahwa setiap karya dari BTS selalu berada dalam pengawasan publik global. Selain dikenal berpengaruh di industri musik, setiap detail visual dan konsep yang mereka hadirkan juga mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan.
Isu ini pun menjadi pengingat pentingnya sensitivitas budaya dan sejarah dalam karya kreatif yang ditujukan untuk audiens internasional.(*)
Editor : Titin Wulandari