Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mitos atau Fakta? Isi BBM Malam Hari Lebih Untung dari Siang Hari, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bayu Shaputra • Senin, 2 Maret 2026 | 19:45 WIB

Ilustrasi petugas SPBU Pertamina tengah mengisi BBM pelanggan.
Ilustrasi petugas SPBU Pertamina tengah mengisi BBM pelanggan.

RADARBANYUWANGI.ID - Banyak pengendara percaya bahwa mengisi bahan bakar minyak (BBM) di malam hari bisa memberikan volume lebih banyak dibandingkan siang hari.

Anggapan ini beredar luas di masyarakat dan kerap menjadi perbincangan di media sosial maupun forum otomotif. Alasannya sederhana: suhu udara malam hari lebih dingin sehingga bahan bakar dianggap lebih padat dan tidak mengalami pemuaian seperti pada siang hari.

Namun, benarkah strategi ini benar-benar membuat konsumen lebih untung?

Secara ilmiah, anggapan tersebut memang memiliki dasar teori. Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr. Leopold Oscar Nelwan, menjelaskan bahwa bahan bakar seperti bensin dan solar termasuk zat cair yang mengalami pemuaian saat suhu meningkat.

“Ketika suhu naik, volume BBM memang bertambah. Namun yang berubah adalah volumenya, bukan massanya. Energi yang terkandung tetap sama,” ujarnya dalam penjelasan akademis.

Fenomena ini dikenal sebagai pemuaian termal. Koefisien muai bensin berada di kisaran 0,00095–0,0011 per derajat Celsius. Artinya, setiap kenaikan suhu 1 derajat Celsius hanya meningkatkan volume sekitar 0,095–0,11 persen.

Jika dihitung dalam praktik, untuk pengisian 40 liter bensin dengan selisih suhu 2–3 derajat Celsius antara siang dan malam, perbedaan volume yang diperoleh kurang dari 0,1 liter. Angka ini sangat kecil dan nyaris tidak terasa dalam penggunaan harian.

Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi, yakni sekitar 0,0007–0,0009 per derajat Celsius.

Pakar dari Institut Teknologi Bandung juga menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis membuat perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu ekstrem.

Selain itu, sistem penyimpanan BBM di SPBU telah dirancang untuk menjaga kestabilan suhu. Tangki penyimpanan berada di bawah tanah sehingga suhu bahan bakar relatif konstan sepanjang hari, terlepas dari panas terik atau udara malam yang lebih sejuk.

Dispenser SPBU modern juga dilengkapi mekanisme pengembalian uap (vapor recovery) yang membantu menjaga kestabilan volume dan tekanan di dalam tangki.

Dengan sistem seperti ini, fluktuasi suhu lingkungan tidak serta-merta berdampak besar pada volume bahan bakar yang diterima konsumen.

Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa seluruh takaran BBM yang dijual di SPBU telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Dispenser BBM dikalibrasi secara berkala untuk memastikan akurasi volume sesuai angka yang tertera di mesin.

Artinya, angka liter yang muncul di layar pompa adalah ukuran tetap yang telah melalui proses pengawasan dan pengujian teknis.

Dengan sistem pengendalian tersebut, peluang selisih volume akibat suhu menjadi sangat kecil dan tidak signifikan secara ekonomi bagi konsumen.

Dr. Leopold mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri mengisi BBM di malam hari demi mengejar selisih yang secara teori sangat kecil. J

ika harus berkendara beberapa kilometer hanya untuk mengisi bensin pada waktu tertentu, justru bahan bakar yang terpakai di perjalanan bisa lebih besar daripada potensi keuntungan yang didapat.

“Lebih baik fokus pada faktor yang benar-benar memengaruhi konsumsi BBM,” tegasnya.

Beberapa faktor yang jauh lebih berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar antara lain:

Kebiasaan berkendara yang efisien dapat memberikan penghematan bahan bakar jauh lebih signifikan dibanding memilih waktu pengisian.

Kesimpulannya, perbedaan volume BBM antara pengisian siang dan malam hari memang ada secara teori akibat pemuaian termal. Namun, dalam praktik di Indonesia, selisih tersebut sangat kecil dan tidak memberikan keuntungan nyata bagi konsumen.

Dengan sistem penyimpanan bawah tanah, kalibrasi dispenser yang rutin, serta perbedaan suhu yang tidak ekstrem, mengisi BBM di malam hari bukanlah strategi hemat yang efektif.

Alih-alih mengejar mitos, konsumen disarankan menjaga kondisi kendaraan dan menerapkan gaya berkendara bijak untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar maksimal.

Editor : Ali Sodiqin
#Isi BBM malam hari