RADARBANYUWANGI.ID - Nike akhirnya mengonfirmasi rumor yang selama ini beredar dengan mengumumkan Lisa Blackpink sebagai global partner terbaru mereka. Pengumuman ini menandai kolaborasi strategis antara raksasa apparel olahraga dunia dengan salah satu figur K-pop paling berpengaruh di level internasional.
Kabar tersebut disampaikan langsung melalui kanal resmi Nike dalam fitur bertajuk “Welcome to the Family: 5 Questions With International Icon Lisa.”
Dalam wawancara tersebut, Lisa ditampilkan tengah berada di Paris saat menjalani proses syuting kampanye Nike, sebuah sinyal kuat bahwa kerja sama ini memiliki skala global dan visi jangka panjang.
Meski Nike tidak membeberkan secara rinci nilai kontrak maupun durasi kerja sama, pihak brand menegaskan bahwa kemitraan ini bersifat kolaborasi jangka panjang, menempatkan Lisa sejajar dengan jajaran ikon budaya dan atlet kelas dunia yang selama ini menjadi wajah Nike.
Dalam wawancara itu, Lisa juga mengenang hubungan personalnya dengan Nike yang sudah terjalin sejak lama. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kenangan paling membekas adalah saat masih berstatus trainee, ketika ia menabung uang sakunya demi membeli sepasang Nike Dunk Highs.
Sepatu tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan awalnya dalam dunia tari, jauh sebelum debut bersama Blackpink.
Kisah tersebut menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kolaborasi instan, melainkan berakar dari perjalanan panjang Lisa yang lekat dengan dunia gerak, performa, dan gaya hidup aktif.
Nike turut mengulas rutinitas kebugaran Lisa sebagai seorang performer. Menurut Lisa, menari merupakan bentuk latihan utamanya, dengan jam latihan yang panjang untuk mematangkan koreografi.
Ia juga melengkapi latihannya dengan Pilates, peregangan, serta kardio ringan guna menjaga kebugaran dan fleksibilitas tubuh.
Bagi Lisa, disiplin fisik dan ekspresi kreatif adalah dua hal yang saling berkaitan sebuah filosofi yang sejalan dengan narasi Nike tentang pertemuan antara performa olahraga dan budaya modern.
Aspek fashion dan ekspresi diri juga menjadi sorotan utama dalam kolaborasi ini. Lisa menyebut busana sebagai medium untuk menampilkan berbagai sisi kepribadiannya, baik saat tampil di atas panggung, latihan, maupun dalam keseharian.
Nike pun menegaskan bahwa kemitraan ini berfokus pada individualitas, kepercayaan diri, serta pemberdayaan perempuan melalui olahraga dan gaya.
Kolaborasi ini menjadi momen budaya penting bagi Nike, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif menjalin kerja sama lintas industri di luar olahraga konvensional.
Di sisi lain, bagi Lisa, kemitraan ini memperkuat posisinya sebagai ikon global yang pengaruhnya melampaui musik, merambah dunia fashion dan budaya pop internasional.(*)
Editor : Niklaas Andries