RADARBANYUWANGI.ID - Dalam tradisi masyarakat Jawa, perhitungan weton dan wuku masih dipercaya sebagai salah satu cara untuk membaca karakter, peruntungan, serta kecenderungan nasib seseorang.
Penanggalan ini tidak hanya digunakan untuk mengenali watak pribadi, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan hari baik, jodoh, hingga rencana penting kehidupan.
Berdasarkan perhitungan kalender Jawa, tanggal 2 Januari 2026 bertepatan dengan 13 Rejeb 1959 Jawa, hari Jemuwah Wage, serta 13 Rajab 1447 Hijriah.
Dari kombinasi hari, pasaran, hingga wuku, tersimpan berbagai makna filosofi yang menarik untuk disimak.
Watak Berdasarkan Weton Jumat Wage
Dina: Jemuwah (Jumat)
Orang yang lahir pada hari Jemuwah dikenal memiliki karakter enerjik dan mengagumkan.
Mereka cenderung mudah menarik perhatian dan memiliki daya pengaruh tersendiri di lingkungan sosialnya. Sikapnya sering terlihat tenang, namun menyimpan semangat besar dalam menjalani hidup.
Pasaran: Wage
Pasaran Wage menggambarkan pribadi yang menarik tetapi cenderung angkuh.
Di balik sikapnya yang terlihat kuat, pemilik weton ini sebenarnya dikenal setia dan penurut, namun sering kurang mandiri dalam urusan mencari nafkah sehingga membutuhkan dukungan dari orang lain.
Watak Wage juga dikenal:
- Kaku hati
- Sulit berpikir panjang
- Mudah gelap pikiran
- Rentan mendapat fitnah
Karakter ini membuat pemilik weton Jumat Wage perlu banyak belajar mengelola emosi dan memperluas sudut pandang agar tidak mudah terjebak dalam situasi sulit.
Hastawara (Padewan): Indra
Dalam hitungan Hastawara, weton ini berada di bawah pengaruh Dewa Indra. Sifat yang menonjol adalah:
- Berbakat menjadi cendekiawan atau intelektual
- Teliti dan cermat
- Memiliki kecerdasan analitis
- Namun cenderung sombong bila tidak mampu mengendalikan ego
Potensi intelektual yang besar ini menjadi modal penting bila diarahkan pada bidang pendidikan, pemikiran, atau kepemimpinan berbasis ilmu.
Sadwara: Paningron
Sadwara Paningron dilambangkan dengan ikan, yang bermakna kena tipu.
Artinya, pemilik weton ini perlu waspada terhadap bujuk rayu, janji manis, atau keputusan yang diambil secara terburu-buru.
Sikap terlalu percaya sering menjadi celah datangnya kerugian.
Sangawara (Padangon): Tulus
Dalam hitungan Sangawara, Jumat Wage berada pada unsur Tulus yang disimbolkan dengan air. Maknanya cukup baik, antara lain:
- Tekun
- Dermawan
- Lembut hati
- Mudah dikagumi orang lain
Sifat tulus ini sering membuat pemilik weton disukai lingkungan, meski terkadang dimanfaatkan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab.
Saptawara (Pancasuda): Satrya Wirang
Saptawara menunjukkan Satrya Wirang, yang berarti sering mengalami rasa malu atau dipermalukan. Dalam kehidupan nyata, hal ini bisa muncul sebagai:
- Ujian sosial
- Kesalahpahaman
- Peristiwa yang menjatuhkan harga diri
Namun, jika mampu dijalani dengan kesabaran, fase ini justru membentuk mental yang lebih kuat dan matang.
Rakam dan Paarasan
Rakam: Nuju Pati
Rakam ini bermakna banyak mengalami kesialan atau apes. Oleh karena itu, pemilik weton ini dianjurkan berhati-hati dalam mengambil keputusan besar, terutama yang berkaitan dengan keuangan dan perjalanan.
Paarasan: Aras Pepet
Aras Pepet menunjukkan kecenderungan sering bertemu kesialan berulang.
Dalam primbon Jawa, kondisi ini biasanya disarankan diimbangi dengan laku prihatin, sedekah, serta menjaga tata krama hidup.
Watak Berdasarkan Wuku Kuru Welut
Weton Jumat Wage 2 Januari 2026 berada dalam Wuku Kuru Welut, dengan pengaruh simbol dan makna berikut:
- Dewa Bumi: Bethara Wisnu
- Pohon: Parijatha → cekatan namun cenderung nakal dan suka mengganggu
- Burung: Sepahan → hidup prihatin
- Perumpamaan: kuruwelut berisi air jernih dalam pasu, menandakan hati yang dipenuhi rasa aman
- Aral: terkena peluru (simbol bahaya mendadak)
Wuku ini menggambarkan pribadi yang di satu sisi berhati lembut dan merasa cukup, namun di sisi lain rentan terhadap gangguan fisik maupun batin.
Laku dan Pantangan Wuku Kuru Welut
Dalam perhitungan primbon, terdapat sejumlah anjuran dan larangan selama wuku Kuru Welut berjalan selama tujuh hari:
Dianjurkan:
- Melihat-lihat atau mempertimbangkan calon mantu
- Merencanakan pembangunan atau renovasi rumah
- Bersedekah sebagai tolak bala
Sedekah atau sesaji: kambing tujah atau topong
Doa: “selamet kabulna”
Slawat: senilai uang satu gram emas
Tidak Dianjurkan:
- Bepergian jauh
- Memperbaiki barang
- Mengobati penyakit
- Menanam jujutan (tanaman sejenis jagung)
- Memanjat tempat tinggi
Dalam perlambang Jawa, Kuru Welut ibarat pohon kapas yang kekeringan, menggambarkan kondisi lemah dan mudah sakit bila tidak dijaga keseimbangannya.
Perhitungan weton dan wuku bukanlah ramalan mutlak, melainkan warisan kearifan lokal Jawa yang sarat makna filosofis.
Weton Jumat Wage, 2 Januari 2026, dengan wuku Kuru Welut, menggambarkan pribadi yang cerdas, tulus, namun diuji oleh kesialan dan tantangan batin.
Dengan memahami watak ini, seseorang diharapkan mampu lebih waspada, mawas diri, serta bijak dalam melangkah agar hidup tetap selaras, tenteram, dan penuh makna. (*)
Editor : Ali Sodiqin