Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perjalanan yang Tak Dipilih tapi Dijalani: Langkah Kecil Marta Menemukan Diri Lewat Dunia Kreatif

Ali Sodiqin • Senin, 29 Desember 2025 | 17:41 WIB

Ratna Yulia Amarta Putri, siswi SMKN 1 Banyuwangi jurusan Broadcasting dan Perfilman.
Ratna Yulia Amarta Putri, siswi SMKN 1 Banyuwangi jurusan Broadcasting dan Perfilman.

RADARBANYUWANGI.ID - Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari pilihan yang sepenuhnya kita kehendaki.

Sebagian justru lahir dari keadaan yang harus dijalani dengan lapang dada. Itulah yang dialami Ratna Yulia Amarta Putri, atau akrab disapa Marta.

Perempuan kelahiran 11 Februari 2007 ini menjalani proses panjang dalam menemukan arah hidupnya—sebuah perjalanan yang sederhana, namun sarat makna.

Di lingkungan keluarga, Marta lebih sering dipanggil Putri, panggilan penuh kehangatan yang telah melekat sejak kecil.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia tumbuh dengan peran yang tak ringan. Ia memiliki satu adik perempuan dan satu adik laki-laki.

Sejak dini, posisi sebagai kakak membuatnya terbiasa belajar mandiri, memahami tanggung jawab, dan menahan keinginan pribadi demi memberi ruang bagi adik-adiknya.

Meski demikian, Marta tetap memiliki tempat pulang. Sosok ibu menjadi sandaran emosionalnya, terutama saat lelah, ragu, atau merasa tidak cukup kuat menghadapi keadaan.

Dari keluargalah ia belajar bertahan, sekaligus memahami arti ketulusan.

Tumbuh Bersama Dunia Seni

Sejak kecil, Marta dikenal memiliki ketertarikan besar pada dunia seni. Ia gemar menggambar, menyanyi, menari, hingga menulis puisi.

Aktivitas kreatif menjadi cara baginya mengekspresikan perasaan dan imajinasi. Dunia seni seperti ruang aman tempat ia bisa menjadi dirinya sendiri.

Namun perjalanan itu tidak selalu berjalan lurus. Saat memasuki masa SMP, Marta menghadapi kenyataan yang cukup berat. Ia tidak bersekolah di tempat yang ia impikan.

Orang tuanya memilihkan sebuah pondok pesantren terdekat sebagai tempatnya menimba ilmu.

Perubahan lingkungan tersebut sempat membuat semangatnya meredup. Jarak dari dunia kreatif yang ia sukai membuat Marta merasa kehilangan arah.

Hari-hari dilalui dengan perasaan bimbang, bahkan mempertanyakan kembali mimpi yang dulu ia simpan.

Namun waktu perlahan mengajarkannya satu hal penting: tidak semua hal harus berjalan sesuai keinginan agar bermakna.

Dari proses menerima kenyataan itulah, Marta mulai belajar berdamai dengan keadaan dan kembali menata langkah.

Menemukan Jalan di SMKN 1 Banyuwangi

Titik balik hadir ketika Marta melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 1 Banyuwangi.

Ia memilih jurusan Broadcasting dan Perfilman, sebuah keputusan yang lahir dari ketertarikannya pada dunia kreatif dan media.

Pilihan itu tidak langsung membuatnya yakin. Pada awalnya, Marta masih diliputi keraguan—takut jurusan tersebut tidak sesuai dengan bayangan atau kemampuannya. Namun seiring waktu berjalan, keraguan itu perlahan sirna.

Ia mulai menemukan kembali gairah yang sempat padam. Dunia broadcasting memberinya ruang untuk bercerita, mengamati, dan mengekspresikan sudut pandang melalui karya visual maupun audio.

Proses belajar di jurusan tersebut menjadi fase penting dalam membangun kepercayaan dirinya.

Belajar Dunia Nyata Lewat PKL di Radar Banyuwangi

Pengalaman yang semakin menguatkan langkah Marta datang saat ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Di sinilah ia benar-benar bersentuhan langsung dengan dunia kerja dan realitas industri media.

Selama PKL, Marta terlibat dalam berbagai aktivitas jurnalistik. Ia ikut dalam proses peliputan, pembuatan konten, hingga dokumentasi berbagai kegiatan dan peristiwa di Banyuwangi.

Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang bagaimana media bekerja secara profesional.

Ia belajar tentang disiplin waktu, tanggung jawab, kerja sama tim, serta pentingnya komunikasi yang baik. Tidak hanya soal teknis, tetapi juga tentang sikap dan etika dalam bekerja.

Dari proses itu, Marta menyadari bahwa dunia kreatif bukan sekadar soal bakat, tetapi juga konsistensi dan ketekunan.

Belajar Menerima dan Melangkah

Dari seluruh perjalanan yang ia lalui, Marta memetik banyak pelajaran hidup.

Ia memahami bahwa tidak semua jalan hidup dipilih sendiri, namun setiap jalan tetap bisa dijalani dengan kesungguhan.

Ia belajar bahwa kehilangan semangat bukan akhir dari segalanya, selama ada keberanian untuk bangkit.

Kini, Marta tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan reflektif. Ia tidak lagi mempersoalkan bagaimana awal ceritanya dimulai, melainkan bagaimana ia melanjutkan langkah ke depan.

Dunia kreatif yang dulu sempat menjauh, kini kembali menjadi ruang belajar dan berkembang.

“Perjalanan yang tidak kupilih, tapi kujalani,” bukan sekadar kalimat, melainkan gambaran proses pendewasaan diri.

Lewat langkah-langkah kecil yang ia tempuh, Marta membuktikan bahwa setiap proses—seberat apa pun—selalu menyimpan makna bagi mereka yang mau bertahan dan terus belajar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#broadcasting #SMKN 1 Banyuwangi #perjalanan hidup #profil #jurnalistik #perfilman #praktik kerja lapangan