RADARBANYUWANGI.ID - Hari Jumat Pahing, 26 Desember 2025, memiliki makna khusus dalam penanggalan Jawa.
Tanggal tersebut bertepatan dengan 5 Rajab 1447 Hijriah, Sukra 6 Rejeb 1959, dan masuk dalam Tahun Dal.
Dalam tradisi Jawa, perhitungan weton dan unsur-unsur penanggalan bukan sekadar penanda waktu, melainkan juga sarat pesan filosofis yang dapat dijadikan tuntunan hidup.
Baca Juga: Duel Toprak Razgatlioglu vs Nicolo Bulega Jadikan WorldSBK 2025 Musim Paling Ketat
Berdasarkan hitungan neptu, Jumat bernilai 6 dan Pahing bernilai 9. Jika dijumlahkan, neptu Jumat Pahing mencapai angka 15.
Dalam laku kehidupan Jawa, neptu 15 dikenal dengan lakuning lintang, yang menggambarkan watak bersinar seperti bintang.
Orang yang lahir atau menjalani hari dengan weton ini diyakini memiliki potensi menjadi panutan, memiliki daya tarik, serta mampu memberi penerangan bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam pranata mangsa, Jumat Pahing ini berada pada Mangsa Kapitu atau Palguna.
Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026, Warga Diajak Perbanyak Doa Bersama
Mangsa ini identik dengan masa peralihan, saat alam mulai menyiapkan diri menuju keseimbangan baru.
Secara simbolik, manusia diajak untuk melakukan refleksi, menata ulang niat, dan memperkuat keselarasan antara pikiran, perasaan, dan tindakan.
Sementara itu, candrane dina Jumat Pahing disebut Wisa Kentas Ing Maruta, yang bermakna racun yang terbawa angin.
Filosofi ini menjadi pengingat agar manusia berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata.
Kesalahan kecil yang tersebar luas dapat berdampak besar, sebagaimana racun yang terbawa angin bisa menyebar ke mana-mana.
Baca Juga: Ridwan Kamil: Kesalahan Sepenuhnya Ada pada Saya, Mohon Maaf kepada Keluarga
Jumat Pahing juga berada dalam Windu Sancaya dengan lambang Langkir. Langkir melambangkan keteguhan dan kemampuan menahan diri.
Dalam konteks kehidupan modern, simbol ini relevan sebagai ajakan untuk tetap kokoh memegang prinsip di tengah berbagai godaan dan tantangan zaman.
Adapun Naga Dina berada di arah barat daya, yang menurut kepercayaan Jawa perlu diwaspadai dalam melakukan aktivitas besar agar tetap selaras dengan alam.
Wuku yang menaungi hari ini adalah Wuku Pahang. Wuku ini sering dikaitkan dengan sifat tekun, ulet, dan memiliki daya juang tinggi.
Namun, di sisi lain, juga mengingatkan agar tidak mudah terjebak dalam ambisi berlebihan yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Wolves: Anfield Siap Jadi Neraka, The Reds Diunggulkan Pesta Gol!
Di balik rangkaian hitungan dan simbol tersebut, Jumat Pahing 26 Desember 2025 mengandung filosofi utama: “Salira Sarira, Raga Rerasan.” Maknanya, rawatlah tubuh (raga) dengan sebaik-baiknya, dan olahlah perasaan serta jiwa agar selalu peka terhadap kebaikan dalam kehidupan.
Keseimbangan antara kesehatan jasmani dan kejernihan batin menjadi kunci untuk menjalani hidup yang selaras.
Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan ajakan hidup sehat tanpa narkoba, menjaga akal sehat, serta kembali pada jati diri bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan keyakinan yang kuat (haqqul yaqin), manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang bermakna, aman, dan penuh keberkahan.
Semoga Jumat Pahing ini membawa keselamatan, kesehatan, serta limpahan rahmat dan hidayah dari Allah SWT bagi semua. (*)
Editor : Ali Sodiqin