Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Weton Senin Legi Wuku Julung Pujud: Dikelilingi Rezeki, Diuji Kesabaran

Ali Sodiqin • Senin, 15 Desember 2025 | 18:30 WIB

Weton Senin Legi 15 Desember 2025 Rezeki Mengalir kata Primbon Jawa.
Weton Senin Legi 15 Desember 2025 Rezeki Mengalir kata Primbon Jawa.

RADARBANYUWANGI.ID - Bagi masyarakat Jawa, tanggal kelahiran bukan sekadar penanda usia.

Di baliknya tersimpan perhitungan weton dan wuku yang dipercaya menggambarkan watak, perjalanan rezeki, hingga ujian hidup seseorang.

Seperti halnya kelahiran pada Senin, 15 Desember 2025, yang dalam penanggalan Jawa jatuh pada Senen Legi, 24 Jumadil Akhir 1959, serta 24 Jumadil Tsania 1447 Hijriah.

Perpaduan weton Senen Legi dengan Wuku Julung Pujud diyakini membawa karakter yang kompleks: mudah disukai, penuh welas asih, namun tak lepas dari cobaan hidup yang silih berganti.

Watak Berdasarkan Weton Senen Legi

Dalam primbon Jawa, dina Senen menggambarkan pribadi yang luwes dan mudah berubah.

Sosoknya kerap tampak menarik di mata orang lain dan mudah mendapatkan simpati. Namun di balik itu, perasaannya halus dan mudah tersentuh.

Sementara pasaran Legi memberi sifat bertanggung jawab dan murah hati.

Orang dengan weton ini dikenal pandai bergaul, pembawa suasana, dan sering terlihat ceria seolah tak pernah memiliki masalah.

Namun, primbon juga menyebut mereka rawan fitnah dan sering memendam kebingungan batin.

“Meskipun terlihat santai, batinnya kerap bekerja keras,” demikian tafsir primbon lama. Uniknya, Senin Legi disebut kuat tidak tidur malam hari, berhati-hati dalam mengambil keputusan, serta memiliki tutur kata yang berisi.

Rezekinya besar, tetapi kesialan juga kerap datang silih berganti.

Padewan hingga Paarasan: Watak yang Berlapis

Dalam Haståwårå atau Padewan, Senen Legi berada di bawah pengaruh Uma, yang bermakna berbelas kasih, namun juga menyimpan sisi jahil dan mudah larut dalam kesusahan.

Pada Sadwårå Paningron, disimbolkan dengan ikan—pertanda sering kena tipu atau dikhianati.

Namun dalam Sångåwårå Tulus (Air), muncul sisi tekun, dermawan, lembut, dan dikagumi banyak orang.

Sedangkan Saptåwårå Tunggak Semi membawa makna rezeki yang tak pernah benar-benar habis. Meski sempat kosong, selalu ada jalan untuk mendapatkannya kembali.

Namun bayang-bayang gelap muncul pada Rakam Nuju Pati, yang dipercaya membawa banyak kesialan dan peristiwa apes.

Ini diperkuat oleh Paarasan Lakuning Angin: pandai menyenangkan orang lain, luwes dalam pergaulan, tetapi bisa menjadi menakutkan saat amarahnya memuncak.

Watak Berdasarkan Wuku Julung Pujud

Jika weton menggambarkan sifat dasar, maka wuku dipercaya menunjukkan arah hidup dan tantangan besar.

Senin Legi ini berada dalam Wuku Julung Pujud, yang memiliki karakter kuat dan penuh simbol.

Wuku ini dinaungi Bethara Guritno, Dewa Bumi, yang melambangkan kekuatan alam dan daya hidup.

Pohonnya Rembuyut, pertanda penampilan yang baik dan sering menjadi tempat orang bergantung atau meminta bantuan.

Burungnya Emprit Tondhang, simbol kemandirian dalam mencari penghasilan dan tutur kata yang baik.

Namun watak Julung Pujud lengkawa disebut cenderung sembrono dan sulit bersikap serius.

Sisi rawan muncul pada Aralnya, yang disebut mudah terkena tenung atau santet.

Karena itu, primbon menganjurkan sedekah berupa nasi tumpeng dengan lauk ayam merah dan kuluban sembilan macam sebagai penetral energi negatif.

Doa yang dianjurkan adalah qunut, dengan slawat sebanyak 30 ketheng, sebagai bentuk perlindungan batin.

Arah, Waktu, dan Nafsu Kehidupan

Dalam perhitungan Kala Jaya Bumi, energi wuku ini berada di arah barat laut menghadap tenggara.

Selama tujuh hari masa wuku berjalan, dianjurkan menghindari bepergian ke arah barat laut.

Julung Pujud juga dikaitkan dengan simbol Sapi Gumarang Tumurun, yang menggambarkan nuansa kebirahian aktif.

Artinya, pemilik wuku ini dipercaya memiliki nafsu besar dan energi hidup yang kuat, namun harus pandai mengendalikannya agar tak membawa masalah.

Meski demikian, wuku ini baik untuk mencari nafkah, memelihara hewan ternak, rajakaya seperti sapi dan kerbau, serta menanam tanaman buah-buahan.

Sebaliknya, wuku ini dianggap kurang baik untuk merencanakan perjalanan mencari syarat atau tujuan besar yang bersifat spekulatif.

Antara Rezeki dan Ujian

Perpaduan Senin Legi dan Wuku Julung Pujud menggambarkan sosok yang hidupnya tak pernah sepi dari dinamika.

Rezeki selalu ada, pergaulan luas, dan hati dermawan. Namun di saat yang sama, ujian datang dalam bentuk fitnah, kesialan, dan konflik batin.

Primbon Jawa mengajarkan, watak bukan untuk ditakuti, melainkan dipahami.

Dengan memahami weton dan wuku, seseorang diharapkan lebih mawas diri, menjaga keseimbangan batin, serta bijak menata langkah hidup.

Karena pada akhirnya, perhitungan hanyalah penuntun—sedangkan ikhtiar dan laku hidup tetap menjadi penentu utama. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#watak #rezeki #primbon #WUKU #weton #Senin Legi #15 desember 2025 #Penanggalan Jawa