RADARBANYUWANGI.ID - Beragam terobosan dilakukan aparat kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bukan hanya layanan SIM atau patroli keliling, polisi juga mencetuskan ragam inovasi untuk lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya program jamu keliling (Jamling) untuk masyarakat.
Seorang anggota Polwan mengenakan seragam lengkap berhenti di perkampungan padat penduduk di Kelurahan Kampung Melayu siang itu. Polisi wanita itu terlihat sibuk melayani warga yang antre mendapatkan jamu tradisional gratis.
Aneka botol berisi jamu tradisional ditaruh dalam tobos (keranjang) bagian belakang sepeda motor yang dikendarai Polwan tersebut.
Sang Polwan yang juga anggota Bhabinkamtibmas Kampung melayu terlihat kualahan melayani warga yang ingin merasakan jamu.
Belakangan Polwan tersebut diketahui bernama Brigadir Barani. Sudah sepekan ini Bu Bhabin Barani keliling kampung ”jualan” jamu.
Selama menjalankan tugas, Barani menaruh jamu tersebut dalam tobos. Di setiap ada keramaian, sepeda motor Barani berhenti sejenak sembari menawari warga untuk minum jamu gratis.
Barani sengaja memodifikasi sepeda motornya untuk berjualan jamu keliling. Program Jamling bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan penuh empati.
"Lewat Jamling, kami ingin hadir di tengah warga. Bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga membawa manfaat bagi kesehatan dan kebersamaan," ungkap Barani.
Selama menjalankan program ini, Bhabin Barani turun langsung menyapa masyarakat sembari membagikan jamu tradisional. Di sela-sela penyajian jamu, Rani juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, seperti ajakan menjaga kerukunan, waspada terhadap kejahatan, hingga menghindari narkoba.
Jamu yang disediakan beraneka ragam. Ada beras kencur, temulawak, kunyit asam, pegel linu, hingga buyung upik. Selama menjajakan jamu, Brigpol Barani menyisir perkambungan.
Kehadiran Barani dengan program barunya itu, mendapat sambutan hangat warga. Jamu tradisional tersebut bukan dijual, tapi dibagikan gratis kepada masyarakat.
"Dengan minum jamu, badan terasa hangat, hati juga ikut hangat karena polisi semakin dekat dengan rakyat," kata Tulus, salah satu warga sambil tersenyum.
Program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan dan keharmonisan masyarakat. Melalui Jamling, hubungan antara aparat kepolisian dengan warga semakin melekat.
Jamling bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan keamanan yang menyejukkan.
”Setiap segelas jamu, ada semangat baru Polri hadir menyehatkan dan melindungi dengan hati," ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra.
Rama menambahkan, program inovasi Jamling diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi anggota Bhabinkamtibmas lainya. Mereka harus berinovasi dalam memberikan perannya kepada masyarakat.
"Ayo seluruh Bhabinkamtibmas di Banyuwangi, silakan bikin program apapun yang dapat mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan inovasi seperti Jamling, Polri bisa memberikan pelayanan terbaik secara humanis," ajak Kapolresta Rama. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin