RADARBANYUWANGI.ID - Pada malam pembuka MAMA 2025, panggung terasa berbeda. Sorotan tidak lagi pada nama-nama besar dari generasi kedua, melainkan pada bintang muda yang lahir di tahun 2000-an.
Ketiadaan idola kelahiran 90-an menjadi bahan perbincangan panas. Banyak penggemar mengaku kaget ketika menyadari seluruh penampil utama di hari pertama adalah generasi baru.
anya Super Junior yang menjadi pengecualian, grup yang kini mewakili masa keemasan dua dekade lalu.
Di tengah suasana itu, Eunhyuk menulis pesan kocak untuk menenangkan penggemar senior. Ia mengatakan, “MAMA lebih muda dari kami.
Harusnya kami yang manggil mereka BABY.” Kalimat itu cepat viral dan membuat linimasa dipenuhi tawa dan nostalgia.
Komentar-komentar penggemar pun membanjiri forum: “MKMF membawa kenangan,” “Super Junior sungguh lucu,” hingga “Wah, sudah 20 tahun mereka tetap ada.”
Sentimen yang muncul bukan sekadar nostalgia, tapi kekaguman terhadap ketahanan dan dedikasi grup yang kini memasuki usia empat puluhan.
Perubahan generasi di K-pop berjalan cepat, tapi kehadiran Super Junior di MAMA 2025 membuktikan bahwa pengalaman tetap punya tempat di tengah euforia muda.
Mereka bukan lagi pesaing, tapi penjaga tradisi, pengingat bahwa industri ini dibangun oleh tangan-tangan yang dulu membuka jalan.
Dengan kehadiran mereka, MAMA 2025 menjadi panggung pertemuan antara masa lalu dan masa depan.
Di saat idola muda menyiapkan langkah baru, Super Junior berdiri tegak sebagai legenda yang tersenyum, menyaksikan warisan mereka diteruskan oleh generasi berikutnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin