RADARBANYUWANGI.ID - Kalau liat kuku tangan yang polos suka pingin nail art gitu ga sih? Nambahin warna sesuai selera, terus ditambah pernak pernik lucu juga. Tapi pernah ga kamu kepikiran, sebenarnya siapa sih pencetus awal nail art?
Kamu harus tau nail art bukan sekedar trend kekinian aja tapi ternyata hal ini sudah ada sejak ribuan tahun dan dianggap lebih dari sekedar hiasan semata. Supaya ga penasaran yuk kita bahas sejarah Nail Art.
Peradaban mesir kuno memang selalu jadi pencetus awal mula hal hal yang berkaitan dengan kecantikan. Contoh kecilnya seperti lipstik, atau eyeliner dan celak. Pasti ga asing lagi dong sama ratu legendaris Cleopatra?
Ternyata ratu mesir ini trend center dari nail art yang sekarang ini suka kamu pakai. Dari 5000 tahun lalu, sang ratu dikenal sangat suka mewarnai kuku menggunakan hena berwarna merah gelap.
Dan bukan hanya sekedar hiasan bagi bangswan Mesir, kuku adalah simbol dari kekuasaan dan kehormatan. Jadi pemilihan warna juga berpengaruh dan ga boleh asal.
Kalau sang ratu menggunakan warna merah pekat, bangsawan lain harus memilih warna yang lembut sesuai dengan status sosialnya. Sementara rakyat biasa dilarang menggunakan hiasan kuku pada warna tertentu.
Pewarna yang mereka gunakan pun berbeda dengan era sekarang. Dahulu, rakyat mesir menggunakan bahan bahan alami seperti daun pacar, tanah liat, dan getah tanaman.
Gamau ketinggalan trend, di tahun 3000 SM China juga mulai mengembangkan budaya nail art. Lagi lagi di China kuku juga dijadikan simbol sosial dan kasta. Para keluarga kerajaan mengenakan hiasan kuku emas dan perak.
Dari campuran getah, lilin lebah, dan bubuk logam. terbentuk lacquer yang hanya boleh digunakan untuk para wanita bangsawan. Sementara rakyat jelata cukup dengan warna netral saja.
Uniknya lagi para bangsawan Cina punya kebiasaan yang aneh. Mereka memanjangkan kuku sepanjang panjangnya sebagai tanda bahwa mereka tidak perlu bekerja keras.
Kadang sangking berharganya kuku di era itu beberapa bangsawan rela memakai nail guard sebagai pelindung kuku yang terbuat dari emas dan perak dan dirukir indah.
Barulah di tahun 1920 lahir industri cat kuku yang terinspirasi dari cat mobil. Iya kamu ga salah baca kok, dulu ada seniman kecantikan asal Prancis yang mengadaptasi formula cat mobil agar bisa digunakan aman di kuku.
Namanya Michelle Menard. Dari situ lahirlah brand Revlon di tahun 1932. Yang bahkan menjadi ikonik karena digunakan oleh Marilyn Monroe dan Rita Hayworth.
Berangkat dari sanalah, kemudian nail art dianggap sebagai lambang sensualitas feminim di abad-20. Dan terus semakin berkembang hingga ke era ini.
Sekarang nail art bukan sekedar pemanis tangan tetapi juga dianggap bentuk identitas dan ekspresi diri. Kamu bebas memilih berbagai model mulai dari ombre, cat eye, 3D, semua bisa kamu pilih sesuai selera.
Jadi dibalik nail art yang kamu kenakan sekarang, ia punya perjalanan panjang hingga bisa berkembang menjadi seperti sekarang ini. Kalau kamu suka model nail art yang bagaimana?
Penulis : Sabrina Khairunisa | Program magang jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin