RADARBANYUWANGI.ID – Kontroversi kembali membayangi Choi Siwon, personel Super Junior, setelah unggahannya yang memberi penghormatan kepada mendiang Charlie Kirk menuai reaksi keras dari publik.
Gelombang kritik semakin memanas, hingga akhirnya ia memberikan klarifikasi melalui platform penggemar, Bubble, pada Jum’at (12/9) lalu.
Dalam pernyataannya, Siwon menulis bahwa dirinya ingin menjelaskan maksud di balik penghormatan itu.
Ia menekankan bahwa Kirk adalah seorang ayah, suami, sekaligus pemeluk Kristen. Menurut Siwon, terlepas dari pandangan politik, kematian Kirk yang ditembak saat menyampaikan kuliah di depan mahasiswa adalah tragedi memilukan yang patut disesali.
“Itulah alasan saya menghormatinya, bukan karena pandangan politiknya,” tulisnya.
Namun, klarifikasi tersebut tidak meredam kemarahan publik. Netizen Korea menilai tindakan Siwon bermuka dua, karena ia hanya berduka untuk Kirk sementara mengabaikan korban lain dari tragedi kekerasan senjata.
Kritikan pun semakin deras ketika publik kembali mengingat kontroversi lamanya, mulai dari postingan yang menentang demonstrasi pro-demokrasi Hong Kong hingga sikapnya yang menolak pernikahan sesama jenis.
Kolom komentar daring pun dipenuhi suara sinis. Banyak yang menuduh Siwon selektif dalam menunjukkan empati, bahkan ada yang menyebutnya sekadar bersembunyi di balik alasan agama. Beberapa komentar keras di antaranya berbunyi:
- “Jika dia juga berduka ketika anak-anak tewas dalam penembakan sekolah, mungkin bisa dimengerti.”
- “Dia hanya peduli karena Kirk seorang Kristen.”
- “Kenapa tidak diam saja daripada menunjukkan keberpihakan?”
- “Kirk memang seorang ayah dan suami, tapi juga dikenal rasis dan misoginis.”
Perdebatan ini pun semakin membuka diskusi soal posisi publik figur K-Pop yang kerap harus menyeimbangkan keyakinan pribadi dengan citra global mereka.
Kasus Siwon menjadi bukti bahwa satu postingan bisa memicu badai kritik dan membangkitkan kembali kontroversi lama yang belum sepenuhnya hilang. (*)
Editor : Ali Sodiqin