Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

16 Pasangan Sah Menikah Gratis di Nikah Massal Banyuwangi, Bupati Ipuk Turut Hadir!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 19 September 2025 | 12:15 WIB
Salah satu pasangan peserta nikah massal menunjukkan buku nikah usai menjalani akad nikah dan seremoni pernikahan di kantor Disbudpar Banyuwangi, Kamis (18/9).
Salah satu pasangan peserta nikah massal menunjukkan buku nikah usai menjalani akad nikah dan seremoni pernikahan di kantor Disbudpar Banyuwangi, Kamis (18/9).

RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 16 laki-laki dan perempuan sah menjadi pasangan suami istri (pasutri) kemarin (18/9).

Mereka menjadi mempelai melalui kegiatan nikah massal secara gratis yang digelar oleh Al Irsyad Banyuwangi.

Prosesi akad nikah tersebut digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuwangi. Selanjutnya, delapan pasutri tersebut menjalani seremoni pernikahan di Pelinggihan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani hadir langsung pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya nikah massal tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat membantu pemerintah daerah dalam pendataan pernikahan sekaligus memudahkan masyarakat yang ingin menikah.

“Semoga para pasangan yang baru melangsungkan akad bisa langgeng. Pernikahan yang tercatat tidak hanya menguntungkan sepihak saja, tetapi memberi manfaat bagi kedua belah pihak, baik yang menikah maupun keluarganya,” ujar Ipuk.

Ia menambahkan, acara nikah massal ini dapat menjadi contoh bagi organisasi maupun komunitas lain untuk menggelar kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi.

“Harapannya, ke depan Al Irsyad bersama pemkab bisa terus bersama-sama dalam membangun dan memberikan manfaat bagi Banyuwangi,” harap Ipuk.

Ketua panitia nikah massal Iqbal Attamimi menjelaskan bahwa sebelum akad, para calon pengantin terlebih dahulu mengikuti kirab dan bimbingan pernikahan.

“Meski dalam format massal, akad tetap dilaksanakan satu per satu. Usai prosesi, seluruh pasangan kemudian menuju Kantor Disbudpar untuk mengikuti seremoni perayaan untuk pernikahan mereka,”ungkapnya.

Iqbal menuturkan, nikah massal yang diselenggarakan Al-Irsyad Banyuwangi ini dilatarbelakangi banyak warga yang terkendala biaya untuk melangsungkan pernikahan.

Bahkan, tidak jarang kesulitan biaya itu membuat pasagan yang hendak menikah terpaksa menunda pernikahan mereka.

“Ada yang sampai menunggu satu hingga dua tahun  karena faktor biaya. Mayoritas peserta nikah massal kali ini berasal dari kalangan menengah ke bawah. Dengan acara ini, kami ingin membantu mereka untuk melangsungkan pernikahan,” jelasnya.

Ke depan, Al Irsyad Banyuwangi berencana menjadikan nikah massal sebagai agenda tahunan.

“Insya Allah tahun depan kami akan menambah dengan sidang isbat bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi agar pasangan nikah siri juga bisa menikah secara resmi dan diakui negara,” terangnya.

Salah satu peserta, Herman Hariyadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan nikah massal tersebut.

“Kalau menikah sendiri butuh biaya besar, tapi di sini (mengikuti nikah massal, Red) kami bisa menikah tanpa dipungut biaya sama sekali. Ini sangat meringankan kami,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Nikah Massal #banyuwangi