RADARBANYUWANGI.ID - Tren foto AI di depan Ka’bah kini jadi fenomena baru di media sosial.
Berkat teknologi Gemini AI, siapa pun bisa “berpose” di Masjidil Haram, Makkah, hanya bermodal foto pribadi.
Hasil editannya bikin merinding karena terlihat begitu nyata. Latar marmer putih, bayangan Ka’bah megah, cahaya senja, hingga ekspresi wajah penuh ketenangan membuatnya bukan sekadar editan, melainkan juga doa visual.
Nah, pertanyaan yang sering muncul adalah: foto apa saja yang bisa dipakai agar hasil edit AI depan Ka’bah tampak natural?
1. Foto Pribadi Full Body
Foto berdiri utuh dengan pakaian sopan, seperti kemeja atau gamis polos, bisa jadi bahan paling ideal. AI akan lebih mudah menyesuaikan pakaian dengan ihram atau abaya.
2. Foto Setengah Badan (Potrait Close-Up)
Buat yang nggak punya foto full body, cukup gunakan foto setengah badan. Hasilnya tetap realistis karena AI bisa menambahkan detail tubuh dan pakaian sesuai prompt.
3. Foto Selfie dengan Cahaya Jelas
Selfie juga bisa dipakai, asal pencahayaannya terang dan wajah jelas. AI akan mempertahankan identitas wajah lalu menyesuaikan background dengan suasana Ka’bah.
Baca Juga: Syarat dan Cara Mengecek Nama Penerima BSU September 2025
4. Foto Pasangan
Pasangan suami istri bisa mengunggah foto berdua. Nanti hasil editnya bisa dibuat seolah sedang umroh bersama—suami dengan ihram, istri dengan gamis atau abaya.
5. Foto Keluarga
Buat yang sudah berkeluarga, bisa mengunggah foto keluarga lengkap. Prompt bisa diarahkan agar anak-anak ikut ditampilkan, sehingga terkesan sedang beribadah bareng di tanah suci.
6. Foto Duduk atau Pose Santai
Tak harus berdiri, foto sedang duduk pun bisa diubah jadi seolah sedang menghadap Ka’bah dengan mushaf di tangan. Hasilnya memberi kesan lebih khusyuk.
Baca Juga: Weton Hari Ini! Rabu Pahing 17 September 2025, Angka Hoki, Ungu Bawa Keberuntungan
Lebih dari Sekadar Tren
Fenomena foto AI di depan Ka’bah ini menunjukkan teknologi bisa punya sisi emosional dan spiritual.
Meski hanya editan digital, banyak netizen menganggapnya sebagai doa visual: harapan agar suatu hari benar-benar bisa beribadah langsung di Masjidil Haram. (*)
Editor : Ali Sodiqin