RADARBANYUWANGI.ID - Tren baru sedang melanda media sosial: foto AI di depan Ka’bah dengan Google Gemini.
Hasilnya bikin takjub, begitu realistis hingga banyak warganet merasa seperti benar-benar berdiri di Masjidil Haram.
Fenomena ini bukan sekadar hiburan visual, tapi juga menyentuh sisi spiritual. Banyak yang menyebutnya sebagai “doa visual”, sebuah cara menyalurkan kerinduan untuk bisa beribadah langsung ke tanah suci.
Baca Juga: Lagi Viral! Tren Foto AI di Depan Ka’bah Pakai Google Gemini, Realistis Bikin Merinding
Rahasia Ada di Prompt
Kunci hasil yang hidup dan detail ternyata ada pada prompt. Dengan susunan kata yang tepat, foto bisa terlihat sinematik, emosional, bahkan seolah nyata.
Prompt untuk laki-laki dengan ihram
"Cinematic hyper-realistic 8K photography at Masjidil Haram, Mecca. The Kaaba stands majestic with golden calligraphy, surrounded by pilgrims. A man in traditional white ihram stands in front, hands folded peacefully, face calm and spiritual. Do not change facial features, keep identity 100% original. Golden hour lighting, professional medium format, ultra-detailed, ratio 9:16, no blur, no text."
Prompt untuk perempuan dengan abaya putih
"Realistic cinematic portrait of a woman standing in front of the Kaaba, wearing a white abaya, hijab, and sunglasses. Elegant style, birds flying in the background, sunlight shining softly. Do not alter the face, only enhance details and lighting. High-resolution, natural composition, realistic, 9:16 aspect ratio."
Cara Membuat Foto AI di Depan Ka’bah
-
Download aplikasi Google Gemini lewat Play Store, App Store, atau gemini.google.com.
-
Unggah foto diri dengan resolusi tinggi.
-
Copy-paste prompt pilihanmu, lalu tunggu beberapa detik.
-
Simpan & bagikan hasilnya ke media sosial.
Sentuhan Spiritual di Balik Foto AI
Tak seperti tren AI lain—mulai dari polaroid klasik, prewedding romantis, hingga foto ala studio—yang satu ini lebih dalam.
Bayangan Ka’bah megah, lantai marmer berkilau, cahaya matahari keemasan, hingga ekspresi penuh ketenangan membuatnya menggugah emosi.
Tren prompt AI foto di depan Ka’bah ini jadi bukti bahwa teknologi bisa melampaui sekadar seni digital. Ada rasa spiritual, harapan, dan doa yang ikut hadir dalam setiap jepretan virtual.
Siapa tahu, dari foto AI ini lahir tekad nyata untuk mewujudkan perjalanan ibadah ke tanah suci. (*)
Editor : Ali Sodiqin