RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena baru kembali mencuri perhatian jagat maya.
Kali ini, tren foto AI di depan Ka’bah menggunakan Google Gemini mendadak viral dan ramai dibagikan di media sosial.
Bukan sekadar editan visual, tren ini menyentuh sisi emosional banyak orang.
Hasil fotonya begitu realistis hingga membuat warganet merasa seperti benar-benar berdiri di depan Ka’bah, meski kenyataannya hanya duduk di depan layar smartphone.
Baca Juga: Gemini AI Bikin Heboh! Ubah Foto Biasa Jadi Hasil Studio Profesional Hanya Pakai Prompt Ini
Dari Hiburan Jadi Manifestasi Spiritual
Berbeda dengan tren AI sebelumnya seperti gaya miniatur, polaroid, hingga prewedding, foto AI bernuansa religi ini dianggap lebih dalam.
Ka’bah yang megah, lantai marmer berkilau, cahaya matahari keemasan, dan ekspresi wajah penuh ketenangan berhasil membangkitkan rasa haru.
Tak sedikit yang menyebut tren ini sebagai “doa visual”, sebuah manifestasi kerinduan agar suatu saat bisa benar-benar beribadah langsung ke tanah suci.
Baca Juga: Rahasia di Balik Meledaknya Tren Foto Polaroid AI, Netizen Rela Begadang Demi Hasil yang Estetik!
Prompt Kunci Hasil Realistis
Pengguna biasanya memanfaatkan prompt khusus agar hasil terlihat nyata.
Misalnya, pria dengan ihram putih di depan Ka’bah atau perempuan dengan abaya putih elegan.
Detail pencahayaan golden hour, ekspresi spiritual, hingga latar burung terbang membuat foto makin hidup.
Baca Juga: 10 Prompt Gemini AI Foto Polaroid yang Bikin Hasil Foto Makin Realistis dan Estetik, Wajib Coba!
Cara Membuat Foto AI Depan Ka’bah
-
Unduh Google Gemini via Play Store, App Store, atau gemini.google.com.
-
Unggah foto diri dengan resolusi tinggi.
-
Tempelkan prompt sesuai kebutuhan.
-
Simpan & bagikan hasilnya ke media sosial.
Tren AI yang Sama Viral
Selain foto depan Ka’bah, netizen juga gemar mencoba editan ala studio profesional, polaroid klasik, hingga prewedding romantis.
Namun, yang bernuansa religi jelas memberi sentuhan berbeda karena sarat makna spiritual.
Fenomena ini membuktikan, teknologi AI kini tak lagi sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk menyalurkan rasa, harapan, bahkan doa.
Siapa tahu, foto AI ini bisa jadi penyemangat nyata untuk segera mewujudkan perjalanan ke tanah suci di masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin