RADARBANYUWANGI.ID - Demam foto polaroid AI bareng Blackpink tengah mengguncang media sosial.
BLINK—fans setia Jennie, Jisoo, Lisa, dan Rosé—berbondong-bondong mencoba tren yang membuat seolah punya kenangan pribadi bersama idolanya.
Hasilnya memang mengagumkan: efek vintage, pencahayaan lembut, dan framing natural membuat foto terlihat seperti asli.
Baca Juga: Heboh! Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot Usai Tegur Anak Wali Kota, Perpisahan Diwarnai Tangis
Namun, di balik keseruan itu, pakar keamanan digital mengingatkan potensi bahaya yang tak bisa diabaikan.
Risiko Kebocoran Data
Untuk menghasilkan foto ilusi tersebut, pengguna harus mengunggah foto pribadi ke platform AI seperti Gemini AI.
Data wajah yang diunggah akan tersimpan di server dan bisa menyertakan metadata seperti lokasi, waktu pengambilan foto, hingga detail perangkat.
Jika bocor, informasi ini rawan disalahgunakan untuk kejahatan digital.
Baca Juga: Tren Foto Polaroid Bareng Idol Cuma Modal Gemini AI, Fans Gen Z Heboh
Ancaman Deepfake
Bahaya lain yang mengintai adalah kemungkinan deepfake. Foto wajah yang diunggah bisa dimanipulasi untuk membuat konten palsu, mulai dari foto tak senonoh hingga penyamaran identitas.
Kasus serupa sudah banyak terjadi di berbagai negara, menimpa publik figur maupun pengguna biasa.
Tips Aman untuk BLINK
-
Gunakan foto yang memang siap dipublikasikan.
-
Hindari mengunggah foto dengan lokasi yang mudah dikenali.
-
Jangan gunakan foto sensitif atau data pribadi penting.
-
Pilih platform AI yang memiliki kebijakan privasi jelas dan terpercaya.
Hiburan vs Keamanan
Tren polaroid AI memang menyenangkan, apalagi bagi penggemar Blackpink yang ingin merasakan momen “foto bareng” idola.
Tapi ingat, keseruan tak sebanding dengan risiko kebocoran data.
BLINK dianjurkan tetap waspada sebelum tergoda mengunggah foto pribadi hanya demi konten viral. (*)
Editor : Ali Sodiqin