RADARBANYUWANGI.ID – Kabar duka datang dari industri musik Korea Selatan. Lim Jae Wook, pemain keyboard dari band The Stray, meninggal dunia pada usia 37 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakit.
Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun resmi band pada Minggu (7/9).
Dalam pernyataan emosionalnya, para personel The Stray menuliskan bahwa Lim Jae Wook bukan sekadar rekan bermusik, melainkan saudara yang menemani perjalanan mereka sejak awal terbentuknya grup.
“Keyboardis kami tercinta dan anggota berharga, Lim Jae Wook, yang memenuhi panggung bersama kami, telah meninggalkan kami setelah perjuangan panjang melawan penyakit,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Baca Juga: Cara Pengisian DRH NI PPPK Paruh Waktu 2025 di SSCASN
Para anggota band mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang selama ini menjadi sumber energi positif.
Mereka menceritakan bahwa bahkan dalam kondisi sakit sekalipun, Lim tetap menampilkan keceriaan dan semangat yang tidak pernah padam.
“Bahkan saat berjuang melawan penyakit, ia tak pernah kehilangan keceriaannya dan menjadi pendukung yang kuat bagi kami semua dengan musiknya yang hangat. Mohon doakan agar ia dapat beristirahat dengan tenang, bebas dari rasa sakit,” tambah mereka.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 11 September 2025: Antam Masih Selangit! Perhiasan Capek Nanjak, Pilih Turun
Lebih jauh, The Stray juga mengenang momen-momen kebersamaan yang telah dilalui bersama Lim.
Tawa, tangis, hingga perjuangan membangun musik disebut akan selalu membekas dalam hati para personel.
“Melodi dan cinta yang ia tinggalkan akan terus hidup di hati kami dan di hati para penggemar,” ungkap mereka dalam pernyataan resmi.
Lim Jae Wook bergabung dengan The Stray sejak awal debut band tersebut pada 2014.
Mereka pertama kali memperkenalkan diri ke publik lewat single digital Though You're Gone.
Seiring perjalanan, grup ini dikenal luas berkat karya-karya seperti You, You dan Moon, yang membawa mereka ke jajaran band alternatif Korea dengan warna musik khas dan sentuhan emosional yang kuat.
Kepergian Lim datang di saat band tengah bersiap menggelar konser solo bertajuk The Stray pada 14 September mendatang.
Rencana tersebut tentu berubah menjadi duka mendalam, baik bagi para anggota maupun para penggemar yang sudah menantikan penampilan mereka.
Bagi para fans, sosok Lim Jae Wook bukan hanya sekadar keyboardis, melainkan jiwa yang memberi nuansa hangat dalam komposisi musik The Stray.
Banyak penggemar membanjiri media sosial dengan ucapan belasungkawa, mengingat kembali penampilan panggungnya yang penuh energi serta senyum ramah yang selalu ia tampilkan.
Kepergian musisi berbakat di usia muda selalu meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan.
Namun, karya-karya Lim melalui dentingan keyboard dan harmoni musik yang ia ciptakan bersama The Stray akan terus hidup, menjadi warisan abadi yang mengingatkan publik bahwa musik adalah bahasa universal yang melampaui batas waktu.
Kini, dunia musik harus mengucapkan selamat jalan kepada sosok yang telah berjuang dengan sepenuh hati.
Lim Jae Wook akan selalu dikenang, bukan hanya oleh rekan bandnya, tetapi juga oleh seluruh penggemar yang pernah merasakan kehangatan musiknya. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin