Ragam tantangan dihadapi ibu beranak tiga ini untuk bisa eksis dalam dunia yoga yang digelutinya. Ini tidak lepas bahwa yoga identikan dengan olahraga jumpalitan mirip akrobat.
Bukan itu saja, masih adanya anggapan masyarakat yang menyakini bahwa yoga hanya untuk mereka yang memiliki tubuh fleksibel pernah menjadi sedikit hambatan.
Termasuk mengklasifikasikan yoga sebagai olahraga mahal. Namun dengan ketekunan dan kesabaran, stereotip tersebut perlahan mulai pudar.
Nyatanya setelah mengikuti beberapa kali sesi kelas yoga, anggapan itu bisa dipatahkan. Ternyata yoga bisa dinikmati oleh siapa saja.
Tidak harus melibatkan gerakan yang rumit atau membutuhkan kelenturan tubuh yang luar biasa.
"Aku jelaskan serinci mungkin tentang yoga, bagaimana dan seperti apa manfaatnya. Terus setelah mereka tahu yoganya seperti apa dan sudah merasakan manfaatnya. Mereka malah bilang, yoganya nyaman banget karena setelah ikut yoga badan lebih enak,” bebernya.
“Sebab yang mereka takutkan, habis yoga badannya sakit semua alias pegal-pegal. Tapi nyatanya tidak, pulang dari sini malah lebih fresh, lebih bugar, lebih happy," imbuhnya.
Miss Windy pun kini mengajarkan beberapa jenis yoga mulai dari Hatha Yoga, Vinyasa Yoga, Yoga Prenatal, Yoga Kids untuk usia 7 hingga 12 tahun.
Serta yang terbaru adalah Inside Flow yoga (Yoga Tarian Jiwa). Namun khusus Hatha yoga, Miss Windy lebih cenderung ke Healing Therapy. (*)
Editor : Niklaas Andries