RADARBANYUWANGI.ID – Tak hanya satu, tapi empat media besar mengakui kehebatan album solo Jennie BLACKPINK yang bertajuk Ruby.
Billboard, Rolling Stone, Complex, dan NME secara kompak menobatkannya sebagai “Album Terbaik oleh Artis K-pop di paruh pertama 2025”.
Namun pujian tertinggi datang dari Pitchfork. Media musik yang dikenal ketat dalam memberikan penilaian ini menyebut Ruby sebagai “Album Solo K-pop Terbaik Sepanjang Masa”.
Klaim ini tak main-main, sebab selama ini Pitchfork dikenal sangat selektif, apalagi terhadap musisi non-Barat.
Apa yang membuat Ruby begitu istimewa? Album ini dinilai matang secara musikal dan emosional.
Lirik-liriknya menyentuh, aransemen lagunya eksperimental, dan tentu saja, kekuatan visual khas Jennie terpancar dari tiap materi promosi.
Jennie tak hanya bernyanyi, tapi meramu pengalaman personal menjadi karya yang relevan bagi pendengar lintas generasi.
Lagu-lagu seperti “Velvet Sky” dan “Glass Soul” dari album ini memperlihatkan sisi rentan dari sosok Jennie yang selama ini dikenal kuat dan glamor.
Bagi banyak penggemar, Ruby adalah perwujudan dari Jennie yang sesungguhnya: artistik, tajam, dan tak takut bereksperimen.
Ia tidak terpaku pada formula K-pop standar, namun tetap membawa ciri khas genre tersebut dalam bentuk yang segar.
Tahun 2025 belum berakhir, tapi Ruby telah menciptakan standar baru bagi solois K-pop.
Jika sebelumnya banyak solo project K-pop berfokus pada visual dan koreografi, Jennie membawa arah baru: kekuatan narasi dan kematangan karya.
Dengan Ruby, Jennie tak hanya memantapkan dirinya sebagai ikon, tapi juga sebagai seniman musik dengan kualitas kelas dunia. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin