RADARBANYUWANGI.ID - Dalam forum daring yang ramai membahas perkembangan musik K-Pop, muncul perdebatan hangat mengenai masa depan BLACKPINK sebagai grup.
Banyak yang mempertanyakan apakah comeback terbaru mereka menjadi pertanda kejayaan yang mulai meredup atau justru bukti kekuatan mereka yang tetap tak tertandingi.
Komentar negatif mengalir deras, menyasar pada lagu baru mereka “JUMP” yang dianggap tak memiliki kualitas musikal sekuat rilisan sebelumnya.
“Seperti lagu trot yang biasa dinyanyikan tante-tante usia 40-an,” tulis seorang netizen. Beberapa lainnya bahkan menuduh BLACKPINK memaksa tampil ‘ekstrem’ agar tetap relevan.
Tak hanya lagu, dinamika antarmember pun tak luput dari sorotan. Ada yang merasa sinergi mereka sebagai grup tak sekuat saat masing-masing tampil solo.
BLACKPINK dinilai lebih bersinar sebagai individu, Lisa, Jennie, Jisoo, dan Rosé punya kekuatan personal yang justru bersaing dengan identitas grup mereka sendiri.
Namun demikian, tak sedikit yang mengecam komentar-komentar tersebut. Banyak yang menyebut kritik tersebut tak berdasar.
“BLACKPINK adalah satu-satunya girl group generasi ketiga yang masih bertahan di panggung utama,” tulis seorang penggemar. “Kalau mereka benar-benar ‘habis’, kenapa masih ada 130 komentar di postingan ini?”
Pujian terhadap penampilan mereka di luar negeri juga kerap diangkat. Konser mereka di Amerika Serikat disebut-sebut sebagai “pengalaman sinematik Kpop Demon Hunters yang jadi nyata.”
Bahkan anak-anak sekolah dasar di Amerika mengenal BLACKPINK lebih dari grup Korea lainnya, seperti TWICE atau LE SSERAFIM.
Di sisi lain, sejumlah komentar menyayangkan perubahan strategi BLACKPINK yang kini lebih banyak menggunakan lirik berbahasa Inggris.
Beberapa menyebut hal ini membuat mereka terasa seperti ‘artis asing’, bukan lagi bintang K-Pop Korea. Ini memperkuat kesan bahwa BLACKPINK kini lebih fokus pada pasar global ketimbang domestik.
Secara umum, perdebatan ini menunjukkan betapa BLACKPINK masih menjadi topik panas—baik dicintai maupun dikritik.
Meski sebagian merasa mereka sudah kehabisan ide dan momentum, tak bisa dipungkiri bahwa BLACKPINK masih punya pengaruh besar di industri hiburan global. Mereka bukan sekadar girl group, tapi ikon budaya pop modern. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Ali Sodiqin