RADARBANYUWANGI.ID - Popularitas BLACKPINK di luar negeri masih terbukti tak tergoyahkan. Penampilan mereka di kota-kota besar seperti New York disambut antusias, bahkan ada yang menyebut mereka sebagai “Kpop Demon Hunters dalam dunia nyata.”
Namun, reaksi serupa tak terlihat di Korea Selatan, tempat kelahiran mereka, yang justru menjadi ladang kritik tajam.
Tak sedikit yang mengaku kecewa dengan perilisan terbaru mereka bertajuk “JUMP.” Beberapa warganet menyebut lagu ini terdengar seperti lagu lawas tak laku yang dihidupkan kembali tanpa penyegaran.
Bahkan ada yang menyebut musiknya mengingatkan pada gaya penyanyi generasi senior, bukan girl group global.
Perdebatan bermula dari unggahan salah satu pengguna forum daring yang menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas koreografi dan musikalitas BLACKPINK saat ini.
Ia membandingkannya dengan grup seperti Norazo, sebuah sindiran terhadap pergeseran gaya BLACKPINK yang dianggap terlalu eksperimental dan jauh dari ciri khas mereka.
Komentar negatif pun bermunculan, menyebut penampilan panggung BLACKPINK kini kurang kompak dan terkesan canggung.
Beberapa penonton merasa energi yang ditampilkan para member jauh lebih kuat ketika mereka tampil secara solo dibandingkan dalam formasi grup. Kritik pun menjalar ke ranah personal, seperti gaya busana Lisa dan Jennie yang dinilai terlalu ekstrem untuk mencuri perhatian.
Namun di balik kritik tersebut, tak sedikit pula yang membela BLACKPINK. “Grup yang ‘katanya’ sudah tak relevan mana mungkin bisa menjual habis tiket Dome di Goyang dan menggelar tur dunia?” komentar seorang netizen.
Bagi pendukungnya, BLACKPINK justru telah menjelma menjadi merek global yang tak mudah tergoyahkan hanya oleh satu rilisan.
Meski begitu, pertanyaan besar tetap menggantung di benak publik: apakah BLACKPINK masih bisa bertahan sebagai grup, atau sudah saatnya masing-masing anggota fokus pada karier solo mereka yang kian bersinar?
Reaksi yang muncul menunjukkan bahwa publik mulai meragukan arah musik dan dinamika internal mereka.
Dari semua komentar yang muncul, satu benang merah bisa ditarik: BLACKPINK mungkin telah melewati masa puncaknya di Korea, tapi mereka masih menjadi kekuatan besar di panggung internasional.
Dalam industri yang bergerak cepat, BLACKPINK dihadapkan pada tantangan baru, mempertahankan identitas di tengah perubahan selera pasar. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Ali Sodiqin