Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dulu Dibilang Aneh, Kini Jadi Tren Dunia: Harajuku, Kamu Kuat?

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 29 Juli 2025 | 20:00 WIB
Harajuku Fashion Street Japan
Harajuku Fashion Street Japan

RADARBANYUWANGI.ID - Trend dalam dunia fashion memang tak ada hentinya dalam menciptakan ide dan karya yang kreatif. Tiap orang termasuk kamu, pasti memiliki selera dan aliran fashion masing masing. Tapi tahukah kamu?

Di Jepang, ada sebuah budaya fashion nyentrik yang sudah ada sejak dahulu kala dan tetap ada sampai sekarang. Bahkan bisa disebut budaya ini menjadi kiblat fashion street dunia. Mari kita bahas, Harajuku Japan Fashion Street.

Harajuku fashion sebuah bentuk budaya berpakaian dan kreatif, yang terlahir di kawasan Harajuku, Tokyo, Jepang. Teoatnya berada di antara distrik Shinjuku dan Shibuya.

Budaya fashion ini condong mengarah kepada gaya yang berbeda, antrimainstream dan menonjolkan karakter pemakainya. Semua ini bermula sejak awal 90-an. Dan mulai dikenal di era 2000 an di Barat.

Kala itu anak anak muda di Jepang merasa bosan dengan adanya tekanan dari lingkungan sosial dan sekolah sehingga Harajuku menjadi pilihan bagi mereka. Sebagai tempat dimana mereka bisa berekspresi sesuka hati lewat pakaian tanpa takut dihakimi.

Sejak saat itu, Harajuku menjadi simbol kebebasan berekspresi dalam fashion. Fakta menariknya, dahulu setiap hari minggu akan ada festifal “Harajuku sundays”.

Di festival ini peserta akan menunjukkan gaya fashion mereka di jembatan Harajuku. Festival ini banyak memikat para turis, fotografer, hingga media luar yang datang khusus untuk mendokumentasikan kegiatan ini.

Harajuku fashion tidak bisa disebut biasa. Pakaian yang dikenakan sangat mencolok dan menarik perhatian mata. Pakaiannya terdiri dari lapisan lapisan dan warna warna yang tabrak lari, ditambah dengan aksesoris yang ramai. Riasannya pun dibuat unik hingga ekstrem, hal inilah yang membuat banyak anak muda yang tertarik dengan Harajuku karena gaya fashion yang standout meski di tengah keramaian.

Meski Harajuku bisa disebut aliran trend yang asalnya dari Jepang, masih banyak subgaya dalam Harajuku Fashion. Contohnya, Lolita yang diambil idenya dari sebuah boneka jadul dengan renda dan topi klasik.

Ada juga decora dengan fashion warna warni yang cerah. Gyaru, make up tebal dan gaya glamor, atau Mori girl yang lebih natural dan lembut. Sampai Visual Kei dengan gaya yang terpengaruh dari rock Jepang.

Jika kamu merasa asing dengan fashion street, kamu harus tau, di Indonesia juga ada budaya fashion semacam ini. Namanya, Citayam Fashion week. Bahkan Baim wong sempat hendak mendaftarkan budaya fashion ini ke dirjen HAKI karena terinspirasi dari budaya Harajuku di Jepang. 

Menurutnya, street fashion seperti ini adalah tempat dimana publik dapat mengembangkan ide ide fashion jalanan dan banyak diganderungi publik. Tidak hanya Baim wong, sejumlah artis international pun mengakui keberadaan Harajuku ini sebagai kiblat fashion. Salah satunya, Gwen stefani yang menciptakan sebuah lagu berjudul "Harajuku Girls".

Kenapa Harajuku masih eksis sampai sekarang ya? Jawabannya karena orang Jepang menganggap Harajuku adalah kunci dalam kebebasan ekspresi. Bagi mereka Harajuku bukan sekedar trend, tapi juga simbol bahwa siapapun bisa menjadi apapun lewat busananya.

Jika kamu ingin berkunjung ke Harajuku disarankan untuk datang pada weekend untuk suasana yang lebih ramai. Tapi kalau kamu cuma ingin menikmati suasana tokyo yang tenang sambil ngopi cantik di cafe aesthetic, kamu bisa mengunjungi Harajuku di work day. 

Uniknya meski gaya nyentrik dihindari oleh beberapa orang tapi Harajuku sering viral di media sosial dan menjadi inspirasi dunia internasional. Pesan yang bisa diambil dari budaya Jepang ini ialah, berbeda bukan berarti ga keren. Kamu berani tampil beda?


Editor : Ali Sodiqin
#japan #Harajuku #fashion #fashion street