Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Weton Megawati vs Dio Ternyata ‘Pegat’? Ini Ramalan Primbon Jawa Soal Jodoh dan Pernikahan Mereka!

Ali Sodiqin • Jumat, 4 Juli 2025 | 16:18 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi dan Dio Novandra Wibawa akan menikah usai salat Jumat (4/7/2025).
Megawati Hangestri Pertiwi dan Dio Novandra Wibawa akan menikah usai salat Jumat (4/7/2025).

RADARBANYUWANGI.ID – Kecocokan pasangan Megawati Hangestri Pertiwi dan Dio Novandra Wibawa rupanya tak hanya dinilai dari rasa cinta, tapi juga dari hitungan weton ala Primbon Jawa.

Tradisi turun-temurun yang masih banyak diyakini masyarakat Jawa ini dipercaya mampu memprediksi arah jodoh, rejeki, hingga nasib rumah tangga.

Megawati lahir pada Senin Pon, 20 September 1999. Berdasarkan Primbon, weton ini memiliki neptu 11 (Senin: 4, Pon: 7).

Sementara itu, Dio lahir pada Minggu Legi, 17 November 1996 dengan neptu 10 (Minggu: 5, Legi: 5).

Jika dihitung total neptu keduanya, jumlahnya adalah 21. Dalam Primbon Jawa, jumlah ini masuk dalam kategori Pegat, yang oleh sebagian kalangan dianggap kurang baik untuk hubungan pernikahan.

Pegat, dalam tradisi Jawa, diartikan sebagai potensi keretakan atau konflik besar dalam rumah tangga. Namun bukan berarti pasti berakhir buruk.

Banyak pasangan dengan neptu pegat yang justru bisa langgeng jika keduanya mampu saling memahami dan mengalah.

Watak Kelahiran Mega dan Dio Menurut Primbon

Megawati yang lahir di weton Senin Pon dikenal sebagai pribadi yang simpatik, memiliki pandangan berbeda dari kebanyakan orang, dan tidak suka bergantung.

Namun, ia juga punya sisi emosional yang cukup kuat dan cenderung mudah marah terhadap orang terdekat.

Dalam hitungan wuku, Mega berada di bawah pengaruh Wuku Wugu. Ia dikenal memiliki wawasan luas, namun kerap terlibat perkara dan perlu berhati-hati saat bepergian ke arah selatan dalam waktu tertentu.

Secara spiritual, ia termasuk sosok yang disukai namun sering menjadi pusat perhatian yang bisa menimbulkan kecemburuan.

Di sisi lain, Dio dengan weton Minggu Legi adalah sosok yang mandiri, periang, dan punya aura kepemimpinan.

Ia disukai dalam pergaulan, namun kerap diliputi keresahan batin dan kadang menjadi korban fitnah.

Wuku Kulawu yang menaunginya menunjukkan bahwa Dio punya umur panjang, mudah akrab dengan banyak orang, dan cocok menikah di usia matang.

Kesimpulan: Cocokkah Mereka Menurut Primbon?

Meski hitungan weton mereka masuk kategori Pegat, namun kecocokan Mega dan Dio sebenarnya cukup seimbang dari sisi watak dan peruntungan.

Keduanya sama-sama memiliki watak yang kuat dan wawasan luas—yang jika dikolaborasikan dengan komunikasi yang baik, bisa menghasilkan rumah tangga yang harmonis.

Dalam Primbon, hitungan jodoh bukanlah satu-satunya penentu. Niat baik, doa, dan komitmen bersama juga memegang peran besar.

Bahkan dalam wuku Kulawu, Dio disebutkan cocok untuk menikah dan menjalin relasi jangka panjang.

Jadi, apakah mereka cocok? Menurut hitungan weton: kurang cocok. Tapi menurut kehidupan modern dan kombinasi watak: mereka justru bisa saling mengimbangi.


Catatan Redaksi: Hitungan Primbon adalah bagian dari warisan budaya Nusantara. Kendati tidak bersifat mutlak, banyak masyarakat masih menjadikannya sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#ramalan #akad nikah #Menikah #Primbon Jawa #weton #jember #Dio Novandra #Megawati Hangesti