Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bikin Merinding! Naruto Sakit, Jokowi Juga: Bapak Boruto Kehilangan Chakra, Ayah Gibran Redup Aura

Agung Sedana • Kamis, 26 Juni 2025 | 15:05 WIB
Fun fact: Naruto sakit, Jokowi juga sakit. Kebetulan yang terlalu mirip.
Fun fact: Naruto sakit, Jokowi juga sakit. Kebetulan yang terlalu mirip.

RADARBANYUWANGI.ID – Bagi penggemar berat serial Naruto, novel Sasuke Retsuden menawarkan cerita yang tak hanya menyentuh, tapi juga terasa terlalu relevan bagi sebagian netizen Indonesia hari ini.

Bagaimana tidak, dalam novel ini, diceritakan bahwa Naruto Uzumaki, sang Hokage Ketujuh, menderita penyakit misterius yang merusak aliran chakranya.

Tidak ada yang tahu pasti penyebabnya, dan tak ada pengobatan medis modern yang mampu menyembuhkannya.

Satu-satunya harapan datang dari sahabat lamanya yakni Sasuke Uchiha.

Dikisahkan bahwa Sasuke pun melakukan perjalanan ke negeri terpencil bernama Redaku, menyusup ke penjara tua untuk mencari rahasia penyembuhan kuno.

Konon teknik itu digunakan oleh Sage of Six Paths di masa lalu. Sebuah misi sunyi, berisiko, dan penuh pengorbanan, semata demi menyelamatkan tokoh Konoha yang sedang sekarat.

Naruto sakit, Jokowi pun sama

Beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo juga dikabarkan mengalami kondisi kulit yang memicu peradangan wajah.

Meski sudah diklarifikasi sebagai “alergi ringan”, perubahan fisik Jokowi memicu spekulasi liar di dunia maya.

Sebagian netizen bahkan berteori bahwa penyakit tersebut adalah bentuk gangguan non-medis, mirip chakra yang rusak pada Naruto.

Dan di sinilah kesamaan semakin terasa. Dalam kondisi terbaru yang diketahui publik, Jokowi nampak pucat dan seperti kehilangan auranya.

 

Netizen iseng menyamakan Gibran Rakabuming, Wakil Presiden terpilih yang juga anak Jokowi, dengan peran Sasuke.

Apalagi sempat beredar rumor soal kerbau bule yang dikirim ke Alas Purwo saat kunjungan Gibran ke Banyuwangi pada 23-24 Juni lalu. Jelang malam satu Suro dalam penanggalan Jawa.

Berdasarkan legenda setempat, kerbau bule menjadi mahar wajib jika seseorang ingin mencari kesembuhan atau berdoa di hutan tertua di Tanah Jawa itu.

Penyakit Naruto dan Jokowi, Simbol Politik atau Spiritualitas?

Yang membuat narasi ini semakin menarik adalah kenyataan bahwa novel Sasuke Retsuden, ternyata sudah dirilis jauh sebelum Presiden Indonesia itu dikabarkan sakit.

Novel tersebut pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada 2 Agustus 2019.

Bahkan versi bahasa Inggrisnya baru dirilis oleh Viz Media pada 22 November 2022, dan adaptasi manganya mulai diserialkan sejak Oktober 2022 hingga selesai pada awal 2023.

Saat kabar sakitnya Jokowi mencuat di pertengahan 2025, publik malah melihat bahwa alur cerita dalam Sasuke Retsuden seperti sebuah "ramalan tak sengaja" dari Masashi Kishimoto dan Jun Esaka.

Tak sedikit netizen yang menyebut bahwa Naruto dan Jokowi sama-sama pemimpin yang jatuh karena penyakit tak biasa, dan peran penyelamat baik itu Sasuke atau Gibran muncul dari orang terdekat yang bersedia menempuh jalan sunyi demi menyelamatkan sang protagonis.

Sebuah narasi populer di masyarakat Jawa menyebut bahwa pemimpin besar sering diuji kesehatannya.

Dan kita tahu, Bulan Suro yang saat ini sedang berlangsung sering dikaitkan dengan waktu keramat dan energi transisi.

Meski semua ini terdengar seperti fan theory yang liar, publik tidak bisa disalahkan. Ketika informasi terbatas, cerita fiksi pun bisa terasa lebih masuk akal.

Tapi satu hal pasti, dalam dunia nyata saat ini belum ada Sasuke yang menyelinap ke observatorium kuno, dan Naruto kita masih berdiri di tengah pusaran berita.

Cerita novel Sasuke Retsuden tentang Naruto yang sakit misterius mirip dengan kabar Jokowi sekarang. Apakah ini kebetulan belaka?

 

Editor : Agung Sedana
#Jokowi Sakit #Konoha #naruto