Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Fakta Labubu, Boneka Imut yang Jadi Gila-Gilaan di Asia! Harga Gak Ngotak Bisa Tembus Rp2,8 M!

Agung Sedana • Sabtu, 21 Juni 2025 | 23:09 WIB
Boneka Labubu, mainan China yang kembali menjajah dunia.
Boneka Labubu, mainan China yang kembali menjajah dunia.

RADARBANYUWANGI.ID - Sebuah karakter kecil bermata lebar dan bergigi tajam bernama Labubu kini menjadi primadona baru di dunia mainan koleksi (art toy).

Di balik tampilannya yang terkesan seperti makhluk hutan, Labubu berhasil menyihir jutaan kolektor di seluruh Asia, bahkan dunia.

Harganya tak main-main, salah satu edisi terbatasnya pernah laku hingga Rp2,8 miliar dalam sebuah lelang seni.

Labubu diciptakan oleh seniman asal Hong Kong, Kasing Lung, dan pertama kali muncul dalam buku ilustrasi anak-anak berjudul The Monsters.

Karakter ini kemudian dikembangkan menjadi mainan fisik melalui kerja sama dengan produsen art toy kenamaan How2work dan kemudian Pop Mart, perusahaan mainan raksasa asal Tiongkok.

Wajah Labubu sangat khas, kombinasi antara ekspresi polos, nakal, dan sedikit liar.

Tubuhnya mungil, dengan taring-taring mungil menghiasi senyumnya. Tapi di balik desain yang menggemaskan itu, tersimpan cerita bisnis, budaya, dan bahkan kontroversi.

5 Fakta Labubu yang Jarang Diketahui Publik

1. Labubu Itu Perempuan

Meski banyak yang mengira Labubu adalah karakter laki-laki karena tampilannya yang cuek dan tomboi, Kasing Lung secara resmi menyatakan bahwa Labubu adalah perempuan.

Dalam semesta The Monsters, Labubu bahkan memiliki pasangan bernama Tycoco.

2. Sudah Ada Lebih dari 300 Varian

Sejak pertama kali diproduksi pada tahun 2015, Labubu sudah muncul dalam lebih dari 300 desain berbeda.

Ada edisi bertema buah-buahan, binatang, horor, lukisan terkenal, hingga kolaborasi dengan museum seperti Louvre.

Banyak edisi hadir dalam bentuk blind box, di mana pembeli tidak tahu akan mendapatkan varian mana.

3. Edisi Tertentu Hanya Dicetak 100 Buah

Pada pameran Art Basel 2025, Pop Mart merilis figur Labubu spesial warna biru dengan desain “spirit level”.

Jumlahnya hanya 100 unit di seluruh dunia, dan semuanya langsung ludes hanya dalam hitungan menit. Ini menjadi salah satu figur paling langka yang pernah diproduksi.

4. Harga Tembus Miliaran Rupiah

Di sebuah lelang seni di Beijing, sebuah patung Labubu setinggi 1,2 meter berhasil terjual seharga US\$170.000, atau sekitar Rp2,8 miliar.

Bahkan, versi micro-figur kolaborasi Labubu x One Piece sempat menyentuh harga Rp1,5 miliar di pasar kolektor India.

5. Sistem Blind Box Pernah Picu Kontroversi

Labubu sering dijual dalam sistem blind box, yang artinya pembeli membeli secara acak tanpa tahu varian apa yang akan didapat.

Sistem ini dinilai mendorong perilaku konsumtif ekstrem, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Pemerintah Tiongkok bahkan pernah menerbitkan peraturan ketat terkait sistem ini karena dinilai mirip "perjudian ringan".

Dari Mainan Jadi Budaya Pop

Popularitas Labubu bukan hanya soal estetika atau keimutan. Ia sudah menjadi simbol status di dunia art toy, bahkan masuk dalam dunia fashion.

Selebriti seperti Lisa BLACKPINK, Dua Lipa, dan Rihanna pernah terlihat memegang atau memamerkan koleksi Labubu.

Di media sosial, unboxing Labubu sudah jadi tren tersendiri, bukan hanya di Asia, tapi juga di Eropa dan Amerika Serikat.

Pameran-pameran seni kontemporer kini juga tak segan memajang Labubu di tengah karya-karya seni klasik.

Kehadirannya dianggap sebagai lambang seni post-modern yang memadukan konsumsi massal, nostalgia masa kecil, dan budaya kolektor digital.

Di saat banyak mainan koleksi hanya bertahan sebagai tren sesaat, Labubu menjelma sebagai ikon baru budaya pop Asia. Dari karya seni anak-anak menjadi simbol global, ia telah menyeberangi batas usia dan kelas sosial.

Editor : Agung Sedana
#boneka #Labubu